Berat Badan Anak Turun Karena Batuk? Ini Alasannya

Morinaga Platinum ♦ 1 April 2017

Batuk adalah keluhan yang sering terjadi, baik untuk orang dewasa maupun Si Kecil. Batuk sendiri merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi agar keluar dari paru-paru. Walau sering dianggap remeh, apabila terjadi terus-menerus batuk dapat membuat penderitanya kehilangan berat badan. 

Batuk yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan reda dengan sendirinya. Perlu Bunda ketahui, batuk berdasarkan masa berlangsungnya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Batuk akut. Batuk jenis ini terjadi kurang dari 8 minggu. Kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan atas, seperti pilek atau sinusitis dan saluran pernapasan bawah, seperti bronkitis dan pneumonia. Batuk akut bisa juga dipicu beberapa faktor lain, misalnya asma, rinitis alergi, atau tak sengaja menghirup pencetus batuk seperti debu atau asap.
  • Batuk kronis. Meski jarang terjadi, batuk bisa menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius. Contohnya tuberkolosis dan kanker paru-paru. Batuk jenis ini terjadi lebih dari 8 minggu. Jenis batuk ini lebih sering dialami oleh orang dewasa. 

Setelah mengetahui dua jenis batuk di atas berdasarkan masa berlangsungnya. Cari tahu 8 jenis batuk yang bisa terjadi pada anak berikut ini yuk: Waspadai 8 Jenis Batuk pada Anak Berikut

Dan ternyata, batuk memang bisa menyusutkan berat badan penderitanya. Berikut adalah alasan yang mendasari hal tersebut: 

Batuk Membuat Refleks Muntah Si Kecil Meningkat

Makanan yang dikonsumsi Si Kecil akan keluar sebelum sempat diserap tubuh. Ini membuat tubuh harus menggunakan lemak sebagai sumber energi cadangan.

Batuk Dapat Mengganggu Kualitas Tidur

Seringkali batuk membuat Si Kecil sulit tidur atau terbangun di tengah malam, tentunya hal ini membuat kualitas tidurnya menurun. Ini akan membuat tubuhnya mudah lelah. Lalu, kelelahan akibat kurang tidur akan menganggu metabolisme tubuh. Apabila Si Kecil mengalami hal tersebut, nafsu makannya akan berkurang. Akibatnya bisa terjadi penurunan berat badan di kemudian hari. Batuk pada anak di malam hari, bisa bunda simak caranya di artikel berikut ini: Cara Mengatasi Batuk pada Anak saat Tidur

Batuk Membakar Banyak Kalori

Bergantung pada berat dan tinggi badan penderita, batuk yang terjadi terus menerus dalam waktu lama dapat membakar kalori tubuh. Jadi, Bunda bisa bayangkan semakin lama Si Kecil batuk, semakin besar pula risiko berat badannya mengalami penyusutan.

Meski batuk sering terjadi pada Si Kecil, Bunda bisa lakukan beberapa hal berikut untuk membantu Si Kecil terhindar dari batuk:

  • Biasakan mencuci tangan. Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan tiap kali selesai beraktivitas dan sebelum makan. Bunda juga harus rutin cuci tangan terutama sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga.
  • Konsumsi makanan bergizi. Jaga kesehatan Si Kecil dengan memerhatikan asupan gizinya. Variasikan menu makanan agar ia mendapatkan beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Berikan juga nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi seperti pilek dan batuk.

Bunda juga perlu tau bahwa terdapat gejala-gejala batuk yang perlu Bunda waspadai apabila gejala tersebut dialami oleh Si Kecil. Bunda bisa cek artikel berikut yaa untuk penjelasan lengkap gejala apa saja yang perlu diwaspadai: Jangan Disepelekan. Ini 5 Gejala Batuk Yang Harus Diwaspadai

Jadi, sekarang Bunda sudah mengetahui bahwa batuk bisa berdampak buruk untuk berat badan Si Kecil. Bila batuk yang diderita Si Kecil tak kunjung sembuh, segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Lihat Artikel Lainnya