Apa Tanda-Tanda Si Kecil Kurang Vitamin?

Oleh: Morinaga Platinum

Tak bisa dipungkiri nutrisi merupakan kunci dari proses tumbuh kembang pada tahun pertama kehidupan Si Kecil. Oleh karena itu, ia perlu mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup melalui jenis makanan yang tepat, terutama setelah melewati periode ASI eksklusif.

Saat memberikan makanan untuk Si Kecil, Bunda pasti berusaha maksimal agar ia mendapatkan makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang dibutuhkan. Namun, seringkali terjadi kasus Si Kecil kekurangan vitamin karena sulitnya menakar kecukupan mikronutrien dari menu makanan sehari-hari. Agar Bunda dapat memerkirakan apakah Si Kecil sudah tercukupi kebutuhan vitaminnya, kenali tanda defisiensi vitamin berikut ini: 

  1. Vitamin A

Sumber utama vitamin A adalah ASI dan susu formula, kuning telur, buah dan sayuran, serta hati. Gejala defisiensi yang dapat dilihat antara lain pertumbuhan terhambat, rabun senja, mata kering, rentan mengalami infeksi, serta kulit tampak menebal dan kasar.

  1. Vitamin D

Si Kecil bisa mengalami defisiensi vitamin D jika tidak memperoleh makanan, ASI, atau paparan sinar matahari yang cukup. Akibat dari defisiensi vitamin ini adalah tidak optimalnya penyerapan kalsium dan fosfor oleh usus, sehingga proses pembentukan tulang dan mineralisasi gigi menjadi terganggu. Tanda yang dapat dilihat adalah rakitis, penyakit yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang yang tidak wajar. Persendian akan tampak besar akibat pembesaran lempeng epifisis, dan tulang kaki terlihat bengkok.

  1. Vitamin E

Vitamin ini berguna untuk mencegah kerusakan jaringan dan menjadi pelindung asam lemak esensial dan vitamin A di dalam tubuh. Sumber utamanya adalah ASI dan susu formula, buah dan sayuran, gandum, kuning telur, hati, serta mentega. Kekurangan vitamin E ditandai dengan penurunan refleks, anemia hemolitik pada Si Kecil yang prematur dan baru lahir, serta degenerasi spinocerebellar (penyakit yang mempengaruhi saraf tulang belakang dan otak kecil, sehingga memengaruhi koordinasi saraf dan otot tubuh).

  1. Vitamin K

Sumber vitamin ini adalah susu formula, sayuran, hati, dan daging. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Defisiensi vitamin K dapat memperpanjang waktu perdarahan, dan perdarahan abnormal (terutama pada Si Kecil yang baru lahir).

  1. Vitamin C

Fungsi vitamin C antara lain menyembuhkan luka dan meningkatkan penyerapan zat besi. Sumber utamanya adalah ASI dan susu formula, serta buah dan sayuran. Apabila terjadi defisiensi vitamin C, maka akan timbul gejala-gejala seperti lemas, anemia, penyakit gusi, dan perdarahan yang tampak pada kulit karena pecahnya pembuluh darah kecil dalam tubuh. Seluruh kumpulan gejala ini disebut dengan penyakit scurvy.

  1. Vitamin B12

Vitamin B12 menjaga kesehatan sel darah dan fungsi sistem saraf. Sumber utamanya adalah ASI, susu formula, daging, kuning telur dan produk olahan susu. Ketika lahir, rata-rata bayi memiliki kadar vitamin B12 yang cukup di dalam tubuhnya hingga ia berusia 8 bulan. Jumlah vitamin B12 Si Kecil tergantung dengan jumlah vitamin B12 yang dimiliki Bunda. Tanda defisiensi vitamin B12; kegagalan tumbuh kembang, gangguan perkembangan motorik, dan penurunan fungsi saraf.

Kekurangan vitamin berdampak besar pada kesehatan Si Kecil, tetapi dengan mengenali tanda-tandanya serta evaluasi medis yang tepat, dapat mencegah dampak negatif terjadi. Apabila diagnosis sudah dikonfirmasi dokter, akan dilakukan evaluasi pola makan dan pengelolaan keseimbangan nutrisi untuk Si Kecil.

Milestone Lainnya