Apa itu stunting pada Anak dan penyebabnya?

Morinaga Platinum ♦ 10 Agustus 2021

Apa itu stunting dan penyebabnya? Mengutip dari Kemenkes, pengertian stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis dengan penyebab kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu lama. 

Kekurangan gizi tersebut mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Gangguan pertumbuhan bisa berupa tinggi badan pada anak cenderung lebih rendah atau kerdil dari rata-rata standar umumnya. Lanjutkan membaca untuk mendapatkan penjelasan terkait apa itu stunting dan penyebabnya, yuk. 

Apa Itu Stunting?

Menurut WHO, stunting adalah gangguan pada tumbuh kembang yang dialami beberapa anak yang disebabkan gizi buruk, stimulasi psikososial tidak memadai juga infeksi berulang. Anak-anak bisa didefinisikan terhambat pada gizinya jika tinggi badan terhadap usia lebih dari dua deviasi standar pada kisaran median pertumbuhan anak menurut WHO.

Kondisi tubuh anak dengan tinggi tubuh di bawah rata-rata kerap dikatakan sebagai faktor keturunan dari orang tua atau keluarga lainnya. Sehingga masyarakat cenderung menerimanya tanpa melakukan upaya pencegahan stunting. Selain tinggi tubuh di bawah rata-rata, simak ciri anak stunting di artikel berikut ini: Ciri-Ciri Stunting pada Anak dan Pencegahannya

Padahal genetika adalah faktor determinan kesehatan yang sangat kecil pengaruhnya jika dibandingkan dengan lingkungan, pelayanan kesehatan juga perilaku. Dengan kata lain, sebenarnya stunting menjadi masalah yang dapat dicegah.

Salah satu fokus pemerintah melalui Kemenkes kini adalah pencegahan dari kondisi stunting. Upaya ini bertujuan supaya anak-anak sebagai generasi Indonesia bisa tumbuh juga berkembang optimal dan semaksimal mungkin.

Penyebab Stunting pada Anak

Pada dasarnya indikator terkait penyebab stunting pada balita adalah status gizi buruk yang terjadi pada ibu hamil serta bayi. Terdapat banyak hal yang menjadi pemicu terjadinya gizi buruk pada  seseorang ibu hamil dan bayi yang kerap ditemui, yaitu:

  • Kurangnya Pengetahuan Ibu

Kurangnya pengetahuan Bunda terkait kebutuhan asupan nutrisi saat hamil untuk Bunda dan janin adalah penyebab stunting pada anak. Padahal, sejak berada di dalam kandungan, bayi sudah memerlukan banyak nutrisi guna perkembangan serta pertumbuhannya. 

Untuk bisa mencapai hal tersebut, ibu harus berada dalam kondisi gizi baik dan juga sehat. Jika ibu tidak mempunyai pengetahuan terkait asupan nutrisi yang baik untuk dirinya dan janin, hal tersebut akan sulit tercapai. 

Faktor lain yang bisa memicu kondisi stunting adalah saat anak terlahir dengan keadaan sindrom alkohol janin. Penyebab kondisi tersebut yaitu konsumsi alkohol yang berlebihan kala hamil dengan kemungkinan berawal dari ketidaktahuan ibu terkait larangan tersebut. Ibu bisa menambah pengetahuan tentang larangan maupun konsumsi makanan untuk mencegah stunting lewat informasi terpercaya di internet.

  • Buruknya Sanitasi

Kesulitan air bersih serta sanitasi yang buruk bisa menjadi penyebab stunting pada anak. Penggunaan air sumur yang tak bersih baik untuk masak maupun minum serta kurangnya kakus kamar kecil menjadi penyebab paling banyak terjadinya infeksi. Kedua hal tersebut bisa meninggikan resiko anak berulang-ulang menderita infeksi cacing usus atau cacingan juga diare.

  • Infeksi Kronis maupun Berulang

Energi yang didapatkan tubuh berasal dari makanan. Penyakit infeksi berulang yang dialami saat anak masih bayi menyebabkan tubuh selalu memerlukan energi lebih guna melawan penyakit. 

Jika kebutuhan tersebut tidak seimbang dengan asupan cukup akhirnya anak mengalami kekurangan gizi yang berujung kondisi stunting. Terjadinya infeksi erat kaitannya dengan pengetahuan para ibu dalam menyiapkan makanan untuk anak serta sanitasi dalam tempat tinggal.

  • Layanan Kesehatan yang Terbatas

Faktanya, masih banyak daerah tertinggal di tanah air yang kekurangan terkait layanan di bidang kesehatan. Padahal layanan kesehatan berguna untuk memberikan perawatan pada anak maupun ibu hamil yang sakit.

Selain itu tenaga kesehatan juga diperlukan untuk memberikan pengetahuan tentang gizi yang dibutuhkan ibu hamil serta anak pada awal kehidupannya agar terhindar dari stunting.

Dampak Stunting Pada Kesehatan Anak

Kondisi stunting pada anak bisa mempengaruhinya sejak kecil sampai dewasa. Dalam jangka pendek misalnya kondisi stunting yang terjadi pada anak bisa menyebabkan terganggunya beberapa aspek. Gangguan tersebut terjadi pada perkembangan otak, pertumbuhan fisik hingga metabolisme tubuh.

Jika dilihat sekilas, proporsi tubuh anak yang mengalami stunting kemungkinan akan terlihat normal. Namun nyatanya ia lebih pendek dari pada anak seumurannya. Seiring dengan pertambahan usia pada anak, stunting bisa menyebabkan beberapa macam permasalahan antara lain:

  • Prestasi belajar anak tidak dapat maksimal karena kecerdasan yang ia miliki berada di bawah rata-rata.
  • Anak menjadi mudah sakit sebab sistem imun tubuhnya tidak begitu baik
  • Anak nantinya memiliki resiko tinggi mengidap sejumlah penyakit yaitu diabetes, jantung, stroke sampai kanker.

Dampak buruk kondisi stunting yang menghantui sampai usia tua membuatnya penting untuk dicegah sedini mungkin. Gizi yang baik serta tubuh sehat menjadi kunci pencegahan stunting. Orang tua perlu mengingat hal di bawah ini sebagai upaya pencegahan stunting :

  • Konsumsi makanan bernutrisi tinggi selama masa kehamilan sampai menyusui
  • Rutin memeriksakan kondisi kehamilan serta perkembangan maupun pertumbuhan anak setelah ia lahir
  • Memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati seperti pemberian ASI eksklusif juga nutrisi penting lainya seiring pertambahan usia anak. Namun, bila Bunda tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup kepada Si Kecil maka Bunda dapat mengkombinasikannya dengan pemberian susu formula. Selain padat gizi, susu formula juga mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil. Guna mendukung kebutuhan Si Kecil akan nutrisi dan pertumbuhannya, Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus dapat menjadi pilihannya. Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus dilengkapi Probiotik Triple Bifidus yang terdiri dari Bifidobacterium longum BB536, Bifidobacterium breve M-16V, dan Bifidobacterium infantis M-63 untuk bantu perkuat daya tahan tubuh Si Kecil dan menjaga saluran pencernaannya tetap sehat. 
  • Penting juga penerapan pola hidup bersih serta sehat. Utamanya mencuci tangan sebelum makan dan mempunyai sanitasi yang bersih di lingkungan rumah maupun sekitarnya.

Menghindari terjadinya kondisi stunting memang membutuhkan ketekunan serta usaha yang menyeluruh dari berbagai pihak terkait. Perlu diingat jika tanggung jawab tersebut bukan semata-mata milik para ibu.

Semua anggota keluarga juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencegah anak mengalami kondisi stunting. Apabila Bunda masih merasa kebingungan tentang pencegahan stunting maupun sumber gizi yang tepat untuk ibu hamil maupun anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terbaik dari Morinaga Platinum secara gratis. Konsultasi sekarang, yuk

Lihat Artikel Lainnya