Anak Berenang: Hobi, Manfaat, dan Tahap Latihannya

Morinaga Platinum ♦ 28 Desember 2021

Banyak orang tua yang kini mulai menyadari pentingnya memberikan bekal keterampilan berenang kepada anak-anak. Kemampuan berenang pun tidak dipungkiri menjadi salah satu life skill penting bagi anak. 

Menurut swimming.org, alasan utama untuk mengajarkan anak-anak berenang adalah karena ini merupakan satu-satunya olahraga yang bisa menyelamatkan nyawa mereka. Saat anak di hadapan dengan situasi darurat di air, semisal pada bencana banjir atau ketika tenggelam, keterampilan berenang akan menjadi penyelamat pertama mereka.

Di samping menjadi keterampilan hidup yang penting, berenang juga memberikan sejumlah manfaat berharga bagi kesehatan tubuh dan mental. Dengan berenang, anak-anak akan bergembira dan kesehatan mereka pun lebih terjaga. 


4 Manfaat Berenang Bagi Anak


Menjaga Kesehatan Fisik

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), berenang dapat mencegah obesitas pada anak-anak. Seperti diketahui, obesitas juga erat kaitannya dengan diabetes anak. 

Dengan berenang anak-anak akan aktif bergerak dan lebih banyak kalori terbakar, sehingga berat badan mereka pun senantiasa terjaga. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah anak mengalami obesitas adalah dengan mengajak mereka berenang.

Selain mencegah obesitas, berenang juga diketahui sebagai latihan kardiovaskular yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Berenang juga kerap dijadikan sebagai terapi bagi anak-anak yang menderita asma atau masalah pernapasan lainnya.

Bukan hanya itu, berenang juga dapat meningkatkan kekuatan, kelenturan, stamina, serta memperbaiki keseimbangan dan postur tubuh anak. Berenang bahkan dapat mengurangi ketegangan pada persendian dan jaringan ikat dibandingkan saat anak menjalani jenis olahraga lainnya.

Baik Untuk Kesehatan Mental

Tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan fisik, berenang juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental anak. Anak-anak yang rutin berenang biasanya lebih memiliki kontrol emosi yang baik.

Dalam jurnal Paediatrics & Child Health, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak pada usia 2-4 tahun memiliki perilaku lebih baik dengan belajar berenang. 

Berenang diyakini memberikan tantangan dan penghargaan terhadap pencapaian dan prestasi anak. Dengan demikian, anak akan menjadi lebih percaya diri dan percaya pada kemampuan mereka.

Kegiatan yang dilakukan air juga membuat berenang menjadi olahraga menyenangkan bagi anak-anak. Berenang dipercaya dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mencegah depresi pada anak-anak.

Meningkatkan Kecerdasan Anak

Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, berenang juga diyakini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Gerakan berenang diketahui dapat membantu pertumbuhan otak anak. Saat tubuh bergerak dengan pola menyilang, neuron otak pun ikut berkembang dan fungsi kognitifnya meningkat. 

Oleh karena itu, apabila anak diajarkan berenang sejak usia dini atau bahkan saat bayi, maka kecerdasan mereka pun diyakini akan meningkat. Dengan berenang, perkembang otak anak akan optimal sehingga kemampuan membaca, literasi, daya ingat, hingga kemahiran akademis mereka pun juga meningkat di masa depan.

Menumbuhkan kepercayaan diri anak

Anak-anak yang sudah belajar berenang sejak dini juga diyakini akan tumbuh dengan kepercayaan diri di masa mendatang. Dengan berenang, anak-anak telah dilatih untuk percaya diri bergerak di air tanpa rasa takut. 

Setelah mahir berenang, anak-anak akan menjadi lebih percaya terhadap kemampuan diri mereka sendiri sehingga bisa meraih masa depan dengan baik. Selain itu, anak-anak juga bisa belajar berinteraksi dengan orang lain saat berenang. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah menjalin pertemanan di lingkungan sekitarnya.

Kapan Bisa Mulai Mengajarkan Anak Berenang?


Bayi 3-6 Bulan

Kemampuan berenang sebenarnya bisa diajarkan kepada anak sejak bayi. Bahkan, saat berusia tiga bulan, bayi sudah bisa dilatih berenang. Akan tetapi, menurut pakar kesehatan anak, lebih aman untuk mulai mengajarkan anak berenang saat bayi berusia enam bulan.

Pada usia enam bulan, bayi akan lebih dulu mengeksplorasi air. Latihan berenang pada tahap ini akan mengajarkan anak untuk merasa nyaman berada di dalam air.

Kendati anak-anak sudah bisa mulai diajari berenang sejak usia bayi, orang tua perlu ekstra waspada dan memperhatikan beberapa hal saat melatih mereka. Bayi lebih mudah mengalami penurunan suhu tubuh ketimbang orang dewasa.  Oleh karena itu, bayi disarankan hanya belajar berenang selama 10 hingga 15 menit dengan suhu air kolam renang sekitar 32 derajat Celcius. 

Orang tua juga harus lebih selektif memilih kolam renang untuk melatih bayi. Sebaiknya, hindari mengajak berenang bayi di kolam renang umum karena biasanya kebersihan kurang terjaga dan airnya mengandung klorin. 

Klorin adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk menjernihkan air dan membunuh kuman. Bahan kimia ini dapat mengganggu kesehatan pernapasan serta menyebabkan iritasi kulit dan mata pada anak. 

Adapun Kedalaman kolam renang untuk bayi disarankan sekitar 7 hingga 10 cm.  Kolam renang untuk bayi pun sebaiknya dipilih yang berbahan plastik demi menghindari risiko cedera saat terjadi benturan. Selain itu, perlengkapan keamanan juga harus disiapkan untuk melatih bayi berenang, seperti ban leher.

Bayi 6 Bulan Hingga 18 Bulan

Latihan berenang bisa berlanjut hingga bayi berusia 18 bulan. Di bawah usia 18 bulan, anak-anak sudah bisa diajari gerakan dasar, seperti menendang dan menggerakkan kaki di dalam air.

Anak Usia 18 Bulan Hingga Tiga Tahun

Saat menginjak usia 18 bulan hingga tiga tahun, anak sudah bisa mulai diajari gerakan mengayuh kedua lengan serta melatih pernapasan. Orang tua atau pelatih bisa mengajarkan kemampuan menahan napas dan membuang napas saat berenang kepada anak-anak di bawah usia tiga tahun. Selain itu, pada masa ini, anak-anak juga bisa diajari untuk menyelam.

Anak Usia 3 Hingga Lima Tahun

Latihan gerakan berenang yang sesungguhnya baru bisa diberikan kepada anak pada rentang usia 3 tahun hingga lima tahun. Pada usia itu, anak-anak dapat diajari cara berenang dengan menggerakkan kaki dan tangan serta mengambang. 

Anak-anak di usia tiga hingga lima tahun juga sudah bisa diberi pengertian tentang bahaya tenggelam sehingga mereka bisa berhati-hati saat berenang.


Tahap-Tahap Latihan Berenang Anak


Berkenalan Dengan Kolam Renang

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengajarkan anak berenang adalah memperkenalkan mereka dengan kolam renang. Bunda bisa mengajak anak melihat kolam renang terlebih dahulu. 

Pada awalnya, anak kemungkinan akan merasa takut berada di kolam renang. Namun, orang tua perlu memberikan pengertian dan mendampingi anak agar merasa lebih aman dan nyaman. 

Bunda bisa mencoba menggendong anak dan mengajak mereka berjalan mengitari kolam. Setelah itu, cobalah mengajak anak berjalan sendiri di sekitar kolam renang.

Berkenalan Dengan Air Kolam

Setelah anak berkenalan dan merasa nyaman berada di kolam renang, Bunda bisa mengajak mereka turun ke dalam air. Buat mereka merasa nyaman saat bermain air di kolam renang. 

Bunda bisa mengajak anak melakukan permainan air yang menyenangkan agar mereka tidak lagi merasa takut. Namun, orang tua perlu waspada dan selalu mengawasi anak-anak saat bermain di kolam renang.

Pelajaran Mengapung

Setelah anak merasa nyaman dengan kolam dan air, cobalah untuk memperkenalkan lebih banyak tentang cara berenang. Beberapa latihan awal yang perlu diberikan kepada anak adalah cara mengapung, menahan napas, dan membuang napas saat di air. Setelah itu, ajarkan juga cara menendang air dan menggerakkan tangan.

Meluncur Dalam Air

Setelah anak pandai mengapung, orang tua bisa mulai mengajari cara meluncur di dalam air. Cara paling mudah adalah dengan menendang air dan menggerakkan tangan untuk membuat anak bergerak di kolam renang. Bunda bisa memegang kedua tangan anak dan meminta mereka menendang air.

Latihan Gerakan Berenang

Setelah anak terbiasa dengan air dan sudah dapat melakukan hal-hal dasar, tahap selanjutnya adalah mengajarkan gerakan utama berenang. Latihan gerakan utama ini bisa diajarkan langsung oleh orang tua atau dengan bantuan seorang pelatih renang profesional.

Berenang bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan menyehatkan bagi anak. Dengan memperhatikan tahapan berlatih renang yang sesuai dengan usianya, Bunda bisa mengajarkan anak berenang dengan lebih aman dan nyaman.

Lihat Artikel Lainnya