Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Cara Aman Mengajarkan dan Mendampingi Anak Berenang

Morinaga Platinum ♦ 8 Maret 2022

Berenang menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan bagi Si Kecil, apalagi jika Si Kecil sangat senang bermain air.  Berenang memiliki manfaat untuk melatih kecerdasan motorik dan fisik anak. Bunda dapat membawa anak berenang di kolam renang favorit Si Kecil. 

Umumnya anak sudah mulai dapat diajak berenang pada usia mulai dari 6 bulan, yaitu ketika ia sudah mulai bisa duduk dan menegakkan kepala. Meskipun demikian, untuk mengajarkan berenang secara teknis, Bunda bisa mengajak Si Kecil yang telah paham dengan instruksi.

Tips Mendampingi Anak Berenang

Ketika sedang mendampingi anak berenang, Bunda tak boleh menyepelekan keamanan dan kebersihannya. Oleh sebab itu, Bunda perlu memperhatikan beberapa tips untuk mendampingi anak berenang:

Selalu Mendampingi Si Kecil

Mendampingi Si Kecil saat berada di kolam sangat wajib, terutama jika ia belum bisa berenang. Saat di dalam kolam, pegang tangannya sambil mengajarkan beberapa gerakan atau gaya berenang. 

Ketika berada di tepi kolam pun, Bunda tidak boleh lengah karena risiko terpeleset kemudian tercebur sangat besar. Oleh sebab itu, Bunda perlu memantau setiap gerakannya dan sebaiknya Bunda mengenakan pelampung yang sesuai dengan usia Si Kecil.

Pastikan Kolam Renang Bebas Kaporit

Bunda sebaiknya menghindari kolam dengan aroma kaporit yang menyengat. Kaporit atau Kalsium hipoklorit adalah senyawa kimia yang biasanya digunakan sebagai zat desinfektan air.

Perlu diketahui bahwa kaporit memiliki kandungan klorin yang menyebabkan iritasi jika bersentuhan dengan kulit. Selain itu, bakteri pada klorin dapat memicu dan meningkatkan risiko diare pada anak. Oleh karena itu, Bunda perlu lebih selektif dalam memilih kolam renang.

Berenang Setelah Si Kecil Makan

Keadaan perut yang kosong saat berenang dapat membuat Si Kecil menjadi lemas dan mudah dehidrasi serta masuk angin. Oleh karena itu, pastikan perut Si Kecil sudah terisi sebelum berenang. 

Meski demikian, jangan memberikan makanan dengan porsi yang berlebihan ya, Bun. Hal ini dikarenakan perut yang penuh dapat memicu kram saat berenang. Berilah jeda 30 menit setelah makan untuk mencegah kondisi ini. Melansir klikdokter.com, jika Si Kecil langsung menceburkan diri ke dalam air setelah makan, dikhawatirkan Si Kecil akan mengalami kram perut dan mual.

Pelajari CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)

Meski Bunda selalu menjaga Si Kecil saat berenang, Bunda perlu waspada dan belajar pertolongan pertama jika terjadi kejadian tak terduga pada Si Kecil. Salah satunya adalah mempelajari teknik CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation yang merupakan pertolongan pertama saat anak tenggelam atau terlalu banyak menelan air.

Teknik CPR dilakukan dengan memberikan napas buatan dengan tujuan agar anak dapat bernapas dengan normal kembali. Berdasarkan St John Ambulance, cara melakukan teknik CPR adalah:

  1. Meminta bantuan untuk menelpon ambulans
  2. Baringkan anak pada tempat yang keras
  3. Miringkan kepala anak ke belakang dengan satu tangan dan gunakan dua jari dari tangan lainnya untuk mengangkat dagu dengan lembut
  4. Pindahkan tangan yang dari dahi untuk menekan bagian hidung hingga tertutup, serta biarkan mulutnya terbuka.
  5. Buka jalan napas dan berikan lima kali tiupan bantuan pada mulut Si Kecil. Setiap tiupan napas selama 1 detik, serta dadanya harus terlihat terangkat.
  6. Jika dada tidak naik, Bunda perlu memberikan 30 kompresi dada. Letakkan tangan di dada anak kemudian dorong ke bawah sepertiga dari kedalaman dada. Ulangi ini sebanyak 30 kali dengan kecepatan 100 hingga 120 kompresi per menit.
  7. Setelah 30 kompresi, Bunda perlu memberikan dua napas bantuan.

Meskipun demikian, teknik CPR tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Sebelumnya Bunda perlu mempelajari teknik ini terlebih dahulu dengan ahlinya agar bisa melakukannya dengan benar dan tepat.

Baca Juga: Ketahui Gizi dan Jenis Makanan untuk Perkembangan Otak Anak

Pastikan Kebersihan Terjaga

Salah satu risiko berenang di tempat umum adalah kebersihan kolam dan lingkungan yang bisa saja kurang. Tentu hal ini tidak dapat dikontrol karena merupakan faktor eksternal. Namun Bunda dapat mencegah Si Kecil sakit dengan menjaga kebersihan diri sendiri.

Pastikan Bunda membawa handuk pribadi untuk Si Kecil serta membawa sabun anti bakteri untuk membilas tubuhnya saat mandi. Setelah selesai berenang, rendam terlebih dahulu baju renang yang digunakan lalu bilas hingga bersih. Dan jangan lupa keringkan tubuh Si Kecil sampai kering.

Hal ini penting untuk meminimalisir bakteri yang menempel di kulit anak agar kebersihan kulitnya selalu terjaga. Jangan sampai anak menjadi sakit lantaran air kolam yang kotor ya, Bun!

Cara Mengajarkan Anak Berenang

Setelah mengetahui tips mendampingi anak saat berenang, Bunda dapat mengajarkan anak berenang di saat yang bersamaan. Berikut adalah caranya:

Pilih Waktu yang Tepat

Pastikan Bunda tidak memilih waktu yang sibuk saat mengajarkan anak berenang. Hal ini dikarenakan dibutuhkan kesabaran ekstra dalam melatihnya. Oleh karena itu, pilih waktu yang paling tepat dan luang untuk mengajarkan anak berenang. 

Tetap Tenang

Pastikan pikiran Bunda tetap tenang saat mengajarkan anak berenang. Pikiran yang tenang atau kemampuan Bunda dalam menguasai diri juga berpengaruh dalam metode mengajar sebagai pelatih. Hal ini sangat berguna dalam menenangkan dan meyakinkan Si Kecil agar mau berlatih dan tidak takut dalam berlatih. 

Mulai dari Tepi Kolam

Takut merupakan respon yang wajar ketika Si Kecil baru pertama kali diajak berenang. Oleh karena itu, Bunda dapat memulainya dengan mengajak Si Kecil mengenal tepi kolam terlebih dahulu. Untuk awal, biarkan ia bermain dengan air di tepian. Setelah dirasa tenang, Bunda dapat mulai mengajarkan gerakan atau teknik dasar. 

Kuasai Teknik Dasar

Dalam melatih anak berenang, alangkah lebih baiknya jika Bunda mengetahui gerakan dasar berenang. Sebaiknya Bunda mengajar Si Kecil di kolam dangkal dan mempraktekkan bagaimana cara melakukan gerakan renang yang benar. Apabila Si Kecil telah pandai berenang, Bunda bisa membawanya kolam yang lebih dalam.

Tingkatkan Latihan

Setelah Si Kecil merasa nyaman dan tenang berada di kolam, mulailah melatih gerakan renang lebih intens. Sambil menyanggah tubuh Si Kecil pada posisi tengkurap, dan ajaklah ia untuk mengayun lengan serta kakinya. Jika sudah terbiasa, anak akan merasa nyaman dan tidak takut lagi. Inilah saatnya melatih berbagai gerakan seperti mengapung dan lainnya.

Membantu Anak Menerapkan Cara Mengapung

Setelah melatih dan mencontohkan cara-cara dasar untuk mengapung dan berenang, maka stimulasi Si Kecil untuk mengapung dengan sendirinya. Caranya dapat dimulai dengan menyanggah tubuh Si Kecil pada posisi berbaring. Setelah ia merasa aman dengan cara tersebut, secara perlahan lepaskanlah sanggahannya dan biarkan Si Kecil mengapung dengan sendirinya. Mungkin pada awalnya ia akan panik, namun tetaplah berusaha untuk meyakinkan dan membuatnya tetap tenang. Hal yang terpenting adalah tetap menjaga Si Kecil tetap aman.

Membantu Anak Menerapkan Cara Berenang

Setelah Si Kecil pandai mengapung, maka tidak sulit untuk menerapkan cara berenang. Setelah prinsip mengapung sudah dipahaminya, maka cara berenang hanya berupa perubahan posisi tubuh disertai gerakan-gerakan ayunan tangan dan kaki. Pada tahap ini, Si Kecil perlu diajari saat yang tepat dalam menarik dan menghembuskan napasnya. Mengajarkan anak berenang dimulai dengan menyuruhnya berenang dari tepi kolam ke tempat kita berdiri di kolam, jaraknya disesuaikan dengan kemampuan anak. Latihlah ia agar dapat berenang dari tepi menuju tempat Bunda menunggu, kemudian balik lagi ke tepi kolam. 

Beri Waktu Istirahat yang Cukup

Dalam latihan, ingatlah memberikan waktu atau jeda istirahat pada Si Kecil paling tidak 30 menit. Ingat, kebugaran serta kemampuan napas pada anak masih kurang atau tidak sama dengan orang dewasa. Setelah memberikan waktu istirahat, baru lanjutkan kembali latihan. Jika Si Kecil sudah lelah dan tidak mampu melanjutkannya lagi, maka berhentilah.

 

Demikianlah beberapa cara mengajarkan anak berenang. Setelah selesai mengajarkan atau mendampinginya berenang, ajaklah ia untuk memakan makanan hangat untuk mencegah Si Kecil masuk angin.

Lihat Artikel Lainnya