Alergi yang Sering Menyerang Si Kecil: Eczema, Ruam, Alergi Air Liur, Gatal-gatal dan Bengkak

Oleh: Morinaga Platinum

17 Juli 2020

Alergi pada kulit merupakan penyakit kulit yang paling umum terjadi pada Si Kecil. Meskipun alergi ini umumnya tidak terlalu berbahaya, tapi jika tidak segera ditangani akan menimbulkan beragam gangguan lain. Si Kecil yang alergi kulit cenderung akan lebih rewel dan kurang tidur karena rasa gatal.

 

 Baca Juga: Cukup Tidur: Kunci Penting Tumbuh Kembang Si Kecil

 

Si Kecil dengan alergi kulit umumnya ditunjukkan dengan gejala ruam. Tapi, sayangnya jenis alergi kulit beragam dan gejalanya pun tidak hanya ruam. Untuk itu, Bunda perlu mengetahui apa saja jenis, ciri-ciri dan penyebabnya agar bisa dilakukan penanganan secara tepat. Bahkan, Bunda bisa melakukan pencegahannya sebelum Si Kecil mengalami hal tersebut.

Jenis-jenis alergi kulit yang umumnya menyerang Si Kecil.

Ezecma (eksim)

Ezecma merupakan masalah kulit yang ditandai dengan kulit gatal, kering dan muncul ruam merah. Ezecma ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada Si Kecil. Dan, ada kurang lebih 10% anak di dunia menderita ezecma. Untuk itu, Bunda harus memahami apa saja ciri-cirinya agar Bunda bisa lebih waspada jika ia mengalami kondisi tersebut.

Ciri-cirinya

  1. Ruam merah.
  2. Akibat sering digaruk, maka akan memicu lebih rasa gatal yang akan menjalar ke beberapa bagian.
  3. Kulit kering.
  4. Seiring waktu, akan timbul bercak tebal akibat gosokan dan garukan. Umumnya di area pipi, lipatan-lipatan, tengkuk punggung, dada dan perut.
  5. Bisa menimbulkan infeksi lain karena garukan yang dilakukan.

Penyebabnya

Hingga saat ini, penyebab ezecma belum diketahui dengan pasti. Namun, risiko ezecma akan meningkat apabila Si Kecil menderita asma, demam, alergi makanan atau memiliki riwayat alergi. Penyebab lain yang dapat memperburuk ezecma yakni:

  1. Cuaca dan udara dingin
  2. Bekeringat yang berlebihan
  3. Baju atau kain yang terbuat dari wol atau bahannya kasar
  4. Sabun atau detergen yang mengandung bahan kimia keras

Cara penanganannya

Untuk mengurangi rasa gatal saat Si Kecil menderita eksim, Bunda bisa melakukan hal-hal berikut:

  1. Hindari menggaruk. Untuk menghindari menggaruk, Bunda bisa mengompres dengan kain dingin atau es yang dibungkus kain dan letakkan pada bagian yang gatal sekitar 10—15 menit. Bunda bisa mengulangi cara tersebut selama 2—3 kali sehari.
  2. Oleskan pelembab. Eksim biasanya ditandai dengan kulit kering, jadi Bunda bisa mengoleskan pelembab pada area yang gatal setelah mandi, saat terasa gatal atau sebelum tidur. Yang perlu Bunda pastikan, pilih pelembab yang dikhususkan untuk bayi dan berbahan alami.
  3. Hindari pemicunya. Eksim pada Si Kecil bisa saja disebabkan karena keringat berlebihan, deterjen dan sabun yang digunakan. Untuk itu, Bunda harus mendeteksi dulu pemicunya dengan berkonsultasi kepada dokter spesialis.

Ruam

Saat Si Kecil tiba-tiba muncul ruam saat menyentuh sesuatu, bisa jadi ia terkena dermatitis kontak. Dermatitis kontak ini merupakan peradangan kulit yang ditandai dengan ruam gatal kemerahan yang ditimbulkan akibat iritasi setelah kontak langsung dengan benda atau zat tertentu.

Ciri-cirinya

  1. Gatal yang parah
  2. Kemerahan atau ruam kulit
  3. Bercak tebal, bersisik dan kasar

Penyebab

  1. Perhiasan seperti: nikel atau emas
  2. Sarung tangan latex
  3. Pewangi atau bahan kimia pada produk kecantikan
  4. Tumbuhan poison oak, poison ivydan sumac

Cara penanganannya

  1. Menghindari paparan zat yang dapat menyebabkan iritasi
  2. Oleskan krim Namun penggunaan dengan dosis yang tinggi, tidak disarankan untuk anak-anak. Untuk itu, sebaiknya Bunda konsultasikan terlebih dahulu jika akan menggunakan krim ini.
  3. Mengompres dengan kompres dingin di area dermatitis kontak.

Gatal-gatal dan bengkak

Gatal-gatal di sini maksudnya adalah timbul benjolan merah di permukaan kulit. Gatal-gatal ini biasanya juga tidak berlangsung lama, hanya sekitar beberapa jam atau beberapa hari saja dan dapat sembuh dengan sendirinya. Selain itu, alergi kulit juga bisa berbentuk angioderma. Angioderma merupakan pembekakan di bawah jaringan kulit dan bisa terjadi dibeberapa bagian tubuh seperti: di bibir, kelopak mata atau organ kelamin.

Ciri-cirinya

  1. Sensasi tebal dan bengkak pada daerah yang terkena
  2. Nyeri dan terasa panas di daerah yang terkena
  3. Melepuh di daerah pembekakan yang parah
  4. Pada kasus yang berat, akan mengalami kesulitan bernapas

Penyebab

  1. Makanan seperti: telur, susu, kacang tanah, gandum, seafood, dan kedelai
  2. Obat-obatan terutama antibiotik
  3. Infeksi virus
  4. Gigitan dan sengatan serangga
  5. Bulu binatang
  6. Getah

Cara penanganannya

Dalam kasus yang ringan, gatal-gatal dan alergi yang berbentuk angioderma tidak memerlukan pengobatan. Tapi kalau pengobatan yang standar, biasanya mengonsumsi antihistamis yang dapat menghalangi pelepan histamine.

Pengobatan angioderma dapat dilakuan tanpa resep dokter yakni dengan obat seperti: cetirizine, chlorpheniramine, diphenhydramine, dan loratadine. Sedangkan untuk resep dokter, biasanya akan diberi obat seperti: hidroksizin, desloratiadine,levocetrirzine, dan fexofenadine.

Alergi karena air liur

Alergi kulit ini juga dikenal dengan istilan ruam air liur. Alergi ini biasanya muncul ketika Si Kecil berusia 15-18 bulan. Munculnya ruam biasanya di sekitar mulut, dagu pipi, lipatan leher dan juga dada.

 

 Baca Juga: Panduan Tumbuh Kembang Si Kecil Usia 1 Tahun

 

Ciri-cirinya

  1. Muncul ruam
  2. Muncul benjolan-benjolan merah kecil
  3. Bercak merah dan terasa gatal

Penyebab

  1. Air liur. Bunda pasti sering melihat bayi ‘ngeces’ atau ‘ngiler’. Ya, ini merupakan salah satu efek samping dari gigi yang sedang tumbuh. Nah, air liur yang keluar dan mengendap di beberapa area sekiar mulut inilah bisa memicu timbulnya ruam.
  2. Selain air liur, ruam air liur ini juga bisa disebabkan karena sisa susu yang menempel di sekitar mulut.

Cara penanganannya

  1. Gunakan air hangat untuk membersihkan area yang muncul ruam. Hindari menggosok kulit yang terkena ruam.
  2. Gunakan sabun mandi khusus.
  3. Oleskan petroleum jelly.
  4. Cuci perlengkapan bayi dengan sabun khusus.

Itulah keempat jenis alergi kulit yang umum menyerang Si Kecil. Pada umumnya, alergi kulit muncul ketika kulit bersentuhan langsung dengan pemicunya. Sekarang, Bunda sudah tahu kan penyebab yang bisa meningkatkan risiko alergi kulit pada Si Kecil? Untuk itu, Bunda bisa lebih hati-hati dan menghindari pemicu yang bisa menyebabkan alergi kulit pada Si Kecil sebagai tindakan pencegahannya, Bun.

 

 Baca Juga: Kenali Gejala dan Penanganan Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

Milestone Lainnya