Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Alergi Dingin: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 3 April 2022

Dalam beberapa kondisi, udara dingin di dalam kamar Si Kecil membuatnya sulit untuk tidur. Apabila udara dingin tersebut membuat kulitnya menjadi gatal dan kemerahan, kemungkinan Si Kecil mengalami alergi dingin. 

Alergi dingin merupakan biduran atau ruam kulit yang muncul setelah memegang benda yang dingin sekali, terkena udara dingin, atau setelah berenang di air yang sangat dingin.

Gejala Alergi Dingin

Pada dasarnya, alergi ini timbul sebagai respons daya tahan tubuh terhadap alergen yang dianggap membahayakan tubuh. Alergen yang dimaksud adalah paparan suhu yang di bawah normal, dan juga sentuhan secara langsung dengan benda udara, padat, atau benda yang cair dan dingin.

Alergi dingin bukanlah  penyakit, tetapi gangguan reaksi terhadap paparan sesuatu yang dingin. Tidak hanya udara dingin saja, tetapi makanan atau minuman, hingga mandi dengan air dingin bisa memicu reaksi alergi dingin pada Si Kecil.

Meskipun jarang ditemukan, alergi terhadap dingin tidak boleh dipandang sebelah mata, karena dapat menyebabkan Si Kecil menjadi sesak nafas dan bahkan kehilangan kesadaran. Oleh sebab itu, Bunda perlu mengetahui gejala alergi terhadap dingin:

Kulit Gatal dan Kemerahan

Biasanya alergi terhadap dingin akan membuat kulit menjadi kemerahan, gatal-gatal, hingga biduran. Kondisi ini bisa membuat Si Kecil tidak nyaman, sehingga ia akan menjadi lebih rewel dan sulit untuk tidur.

Bengkak di Area Tertentu

Gejala alergi terhadap dingin dapat memunculkan bengkak di area yang tertentu. Misalnya, ketika Si Kecil memegang es batu, tangannya akan memerah dan bengkak. Selain itu, bengkak juga dapat timbul di bagian tubuh lain yang terkena paparan udara dingin.

Bibir Membengkak

Gejala bibir membengkak pada bayi dapat timbul jika Si Kecil mengonsumsi makanan yang dingin atau minum es. Jika Bunda menemukan bibir Si Kecil membengkak setelah minum es, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang dingin ya, Bun!

Hipotensi

Hipotensi adalah tekanan darah rendah atau di bawah rata-rata. Gejala ini dapat muncul apabila Si Kecil mengalami alergi dingin yang cukup berat. Selain itu, rendahnya tekanan darah bisa menyebabkan Si Kecil tak sadarkan diri. Biasanya, Si Kecil akan mengalami hipotensi apabila tekanan darahnya dibawah 90/60 mmHg.

Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang cukup parah dan mempunyai potensi mengancam nyawa. Dalam gejala ini, reaksi alergi yang timbul menyebabkan pelebaran pembuluh darah di dalam tubuh Si Kecil. Kemudian bisa menyebabkan Si Kecil kehilangan kesadaran dan bahkan berpotensi mengancam nyawa.

Jika Si Kecil mengalami reaksi ini, maka ia tiba-tiba akan merasa sesak napas, nyeri perut hebat, detak jantung sangat cepat, dan hilangnya kesadaran karena turunnya tekanan darah secara drastis.

Sulit Bernapas

Alergi dingin dapat timbul dengan adanya gejala pembengkakan di lidah dan tenggorokan, sehingga menyebabkan Si Kecil kesulitan bernapas. 

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Hidung Tersumbat Si Kecil

Penyebab Alergi Dingin

Melansir Mayo Clinic,  praktek medis nirlaba dan kelompok riset medis yang berlokasi di Amerika Serikat, hingga saat ini belum ada penyebab pasti munculnya alergi terhadap dingin. Sistem imun akan bereaksi berlebihan ketika terpicu oleh sesuatu yang dingin sehingga dapat terjadi alergi.

Sistem imun di tubuh akan bereaksi dan memberantas sesuatu yang dingin dan mengeluarkan senyawa kimia dan histamin ke dalam peredaran darah. Pelepasan senyawa inilah yang menimbulkan error di dalam tubuh, sehingga menimbulkan gejala alergi terhadap dingin. 

 Timbulnya gejala alergi dapat juga disebabkan oleh udara dingin atau penurunan suhu udara yang terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, udara yang lembab dan berangin juga bisa menimbulkan reaksi pada kulit, seperti biduran. Akan tetapi, dalam beberapa saat gejala tersebut dapat menghilang dengan sendirinya. 

Sementara itu, bila anak berenang di air dingin akan menimbulkan gejala berat. Dalam kondisi terburuk, Si Kecil bisa kehilangan kesadaran diri karena tekanan darah rendah atau anafilaksis.

Melansir American Academy Pediatrics, genetik atau riwayat keluarga mempunyai pengaruh yang besar terhadap risiko alergi pada anak. Jika timbul gejala alergi terhadap dingin lebih baik diatasi dengan cepat.

Cara mengobati Gejala Alergi Dingin

Pastinya Bunda akan segera mengatasi gejala alergi terhadap dingin pada Si Kecil, agar ia dapat segera sembuh. Oleh sebab itu, Bunda dapat menerapkan beberapa cara dibawah ini untuk menghilangkan gejala yang mengganggu Si Kecil.

Jaga Kehangatan Tubuh Si Kecil

Udara dingin atau paparan AC juga dapat menimbulkan gejala alergi terhadap dingin. Supaya gejala tersebut tidak semakin memburuk, Bunda perlu menjaga Si Kecil agar tetap hangat. Misalnya, Bunda bisa memakaikan jaket, selimut, sarung tangan, dan kaus kaki pada Si Kecil. 

Selain itu, jangan lupa untuk beri kenyamanan pada Si Kecil supaya tidak rewel. Sementara itu, Bunda juga dapat menjaga dengan menyediakan selimut atau jaket di sebelah Si Kecil, sebagai upaya antisipasi.

Hindari Pemicunya

Segala sesuatu yang dingin bisa menimbulkan timbul gejala alergi pada Si Kecil. Misalnya, makanan dingin, minuman dingin, benda yang dingin, atau air dingin. Apabila Bunda telah mengetahui bahwa Si Kecil memiliki alergi terhadap dingin, maka sebaiknya Bunda membantu Si Kecil untuk hindari pemicunya.

Berikan Obat Anti Alergi

Salah satu cara menghilangkan gejala alergi terhadap dingin pada Si Kecil adalah memberikan obat anti alergi. Obat tersebut dapat menekan reaksi histamin yang dikeluarkan sistem imun. Namun, sebelum memberikan obat tersebut kepada Si Kecil, lebih baik Bunda konsultasi dulu ke dokter agar takaran obatnya sesuai.

Baca juga: 4 Strategi Jitu Buat Si Kecil Mau Minum Obat 

Periksakan ke Dokter

Ketika timbul gejala alergi dingin, ada baiknya Bunda segera memeriksakan Si Kecil ke dokter. Jika gejala ringan yang muncul, mungkin tidak mengganggu. Akan tetapi, ada baiknya Bunda meminta rekomendasi dokter mengenai pengobatan atau perawatan yang tepat dalam mengelola kondisi Si Kecil yang alergi terhadap dingin.

Sementara itu, jika gejala berat seperti kesulitan bernapas dan anafilaksis timbul pada Si Kecil, ada baiknya Bunda secepatnya membawa ia ke rumah sakit, sehingga kondisi Si Kecil dapat segera diatasi.

Demikianlah gejala, penyebab dan berbagai cara atasi alergi dingin pada anak. Pada umumnya, gejala ringan yang disebabkan oleh alergi ini dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Namun, jika gejala berat yang timbul, seperti anafilaksis dan sulit bernapas, sebaiknya Bunda segera ke dokter dan membawa Si Kecil agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Apabila Bunda khawatir dan ingin mengecek apakah Si Kecil memiliki alergi atau tidak, Bunda bisa mengecek potensi alergi Si Kecil di https://cekalergi.klikdokter.com/. Dengan demikian, Bunda dapat mengetahui jika Si Kecil mengalami alergi atau tidak. Semoga bermanfaat, ya Bun!

Lihat Artikel Lainnya