9 Tips Mengajarkan Anak Membaca Buku Cerita

Morinaga Platinum ♦ 4 Oktober 2021

Nah, saat Si Kecil sudah mulai menunjukkan ketertarikannya pada buku, Bunda bisa mengenalkannya pada dunia buku. Bunda bisa mengajarkan anak membaca buku cerita saat bermain ataupun dongeng sebelum tidur. Sebagai permulaan, ajaklah Si Kecil memilih buku cerita yang menarik baginya. Bunda bisa membacakan dengan beragam ekspresi dan nada suara mengikuti karakter buku tersebut.

Namun, perlu Bunda pahami bahwa kemampuan setiap anak untuk menyerap pembelajaran dan kata-kata dari setiap buku cerita yang dibacakan itu berbeda satu sama lainnya. Terkadang, Si Kecil terlihat lebih lambat memahami, namun bukan berarti Si Kecil tidak akan pernah bisa. Tetap ajarkan dan bacakan buku cerita kesukaannya ya Bun. Selain itu, Bunda bisa mengikuti beberapa cara mengajarkan anak membaca buku seperti di bawah ini.

 

Manfaat Membaca Buku Cerita Anak

Rutin mengajarkan anak membaca buku cerita mampu mempererat kualitas hubungan Bunda dengan Si Kecil. Tak hanya Bunda lho, Ayah bisa turut membantu membacakan buku cerita anak-anak kesukaan Si Kecil. Mengajarkan anak membaca buku cerita memiliki segudang manfaat baik untuk perkembangan otak maupun emosionalnya. Selain itu, mengajarkan anak membaca buku cerita juga bisa menjadi kebiasaan sehat yang mampu mendukung perkembangan kognitifnya.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa mengajarkan anak membaca buku cerita adalah cara tepat untuk membantu perkembangan bahasa Si Kecil, dan cara yang baik untuk membina hubungan dengan Bunda atau Ayah. Bunda tidak perlu menunggu sampai anak masuk sekolah untuk melakukannya, karena ini bisa menjadi bagian dari rutinitas kesehariannya.

Selain itu, saat Bunda membacakan buku cerita, Si Kecil akan mengamati berbagai gambar  dan belajar berbagai macam kosakata baru yang belum pernah Ia tahu sebelumnya. Dengan begitu, kemampuan berbahasa akan meningkat dan ia bisa menggunakan kosakata yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu. Dikutip dari WebMD, anak perempuan cenderung lebih cepat perkembangan bahasanya karena anak perempuan memiliki fokus yang lebih tinggi ketika mendengarkan cerita, dibanding anak laki-laki.

Manfaat membacakan buku pada anak lainnya adalah Si Kecil memiliki daya kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Bunda bisa mengajarkan anak membaca buku cerita dengan menggunakan beragam intonasi, ekspresi dan gerakan tangan agar Si Kecil dapat membayangkan seperti apa gambaran cerita tersebut di dalam pikirannya. 

Mengajarkan anak membaca buku ternyata juga dapat melatih daya ingat Si Kecil lho Bun! Bunda bisa bertanya pada anak dengan pertanyaan sederhana menyangkut isi cerita yang dibacakan. Selain itu, manfaat membaca buku cerita anak-anak utamanya adalah untuk meningkatkan minat baca Si Kecil sejak dini. Si Kecil akan lebih familiar dengan buku, sehingga ia akan mengenal buku sebagai suatu hal yang menyenangkan.

 

Tips Mengajarkan Anak Membaca Buku

Selain bermain bersama teman, kegiatan yang tak kalah menyenangkan adalah membaca buku cerita. Mengajarkan anak membaca buku sejak dini dapat memberikan  banyak manfaat untuknya, antara lain meningkatkan kecerdasan dan kreativitas anak, serta memperluas pengetahuannya. Dengan mengajak anak membaca buku setiap hari, lama kelamaan anak akan terbiasa dan menyukai kegiatan membaca hingga ia dewasa nanti. Jika Bunda masih bingung caranya, simak tips mengajarkan anak membaca buku berikut ini yuk!

1. Kenalkan Kebiasaan Membaca Buku Cerita Anak Sejak Dini

Mengenalkan dan mengajarkan anak membaca buku sejak dini merupakan salah satu cara agar anak memiliki minat baca yang tinggi. Dilansir dari UNICEF, dengan mengajarkan anak membaca buku cerita sejak dini, perkembangan bahasa bayi mulai terlatih. Ia mendengar setiap kata dan kalimat yang Ayah dan Bunda ucapkan. Bayi juga belajar mengenal bentuk, jenis hewan, atau warna dari gambar yang ada di dalam buku.

2. Berikan Contoh pada Anak

Di usianya yang masih kecil, Si Kecil suka sekali meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Nah, Bunda bisa memanfaatkan hal ini untuk memberinya contoh yang baik dengan membaca koran, buku atau majalah sehari-hari agar Si Kecil juga tertarik pada kegiatan membaca.

3. Sediakan Beragam Buku yang Menarik

Jika Si Kecil mulai terbiasa dengan buku bergambar lucu dan warna-warni, mulailah mengenalkan lebih banyak jenis buku, seperti membaca buku cerita anak ataupun membiarkan anak membaca buku kartun favoritnya. Ayah dan Bunda bisa mengajak Si Kecil jalan-jalan ke perpustakaan atau toko buku. Kenalkan berbagai buku bacaan untuk anak sehingga mereka bisa memilih buku yang mereka suka.

Sediakan buku yang tidak hanya berwarna-warni tapi penuh dengan informasi pengetahuan yang bermanfaat untuk Si Kecil. Tempatkanlah rak atau lemari kecil untuk menyimpan buku-buku di kamar Si Kecil agar ia bisa membaca buku dengan mudah kapan saja.

4. Minta Anak Memilih Buku

Mengajarkan anak membaca buku cerita dan menikmati aktivitasnya, tidak hanya dengan memberikan buku untuk mereka baca. Biarkan Si Kecil memilih buku dongeng atau materi bacaan yang menarik minatnya agar Ia lebih semangat untuk melakukannya sendiri. Selain itu, Bunda dan Ayah dapat membantu anak dalam memilih buku yang sesuai usia. Tidak hanya usia, topik dan jenis cerita juga perlu disesuaikan dengan minat untuk memicu ketertarikan Si Kecil untuk membaca.

5. Baca Buku Bergantian

Saat Si Kecil sudah tumbuh semakin besar, Bunda bisa membaca buku secara bergantian dengan Si Kecil. Misalnya, halaman pertama Bunda yang bacakan, kemudian halaman kedua hingga keempat Si Kecil yang membacakan ceritanya. Tidak perlu benar-benar sesuai dengan tulisan pada buku cerita, Si Kecil bisa membuat cerita sendiri berdasarkan gambar.

Ketika kosakata dan pengetahuan bahasa Si Kecil meningkat, mintalah Si Kecil untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacanya. Bunda juga bisa menyelipkan beberapa pertanyaan di sela-sela sesi cerita untuk melatih daya ingat dan konsentrasinya.

6. Gunakan Intonasi dan Ekspresi yang Beragam

Walaupun Si Kecil belum memahami bahasa Bunda, tetapi Bunda bisa menggunakan beragam nada, intonasi, dan ekspresi saat mengajarkan anak membaca buku cerita. Selain, lebih menyenangkan, penggunaan nada dan intonasi saat bercerita ini akan menjadikan momen bercerita dengan anak semakin menarik.

Bunda dapat menirukan suara-suara tokoh di dalam buku, memberikan efek suara pintu berdecit ataupun raksasa yang datang, dan ekspresi anak bebek yang menangis atau marah. Dengan demikian, Si Kecil akan semakin tertarik untuk mendengarkan cerita. Hal ini juga akan membantu daya imajinasi anak, bahkan bisa membantu menambah pengetahuannya tentang beragam hal, seperti suara mesin mobil itu berbunyi bruuumm.. brummm.. sedangkan bunyi bebek itu kwek.. kwek.. kwek.

7. Mendengarkan Anak

Seiring dengan bertambahnya usia, Si Kecil mulai memiliki minat dan kesukaan sendiri. Ada anak yang menyukai topik tentang dinosaurus, bunga, robot, atau bahkan tata surya. Ketika Si Kecil memilih buku bacaan yang Ia sukai, Bunda dan Ayah perlu menyimak setiap cerita mengapa Ia tertarik dengan hal atau buku cerita tersebut, bahkan ia akan lebih semangat untuk membaca ketika Bunda dan Ayah juga semangat pada buku yang Ia pilih.

8. Jadikan Membaca Sebagai Kegiatan Rutin

Mengajarkan anak membaca buku bukan hal yang instan. Butuh kesabaran dan perhatian dari Bunda dan Ayah. Agar Si Kecil minat membaca buku, jadikan kegiatan membaca buku sebagai kegiatan rutin setiap hari, misalnya sebelum tidur, saat bosan bermain balok atau saat ada di perjalanan.

Saat Si Kecil sedang membaca buku favoritnya, jauhkan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatiannya, seperti ponsel dan televisi. Bunda bisa menjadikan kegiatan ini sebagai quality time dengan mengajak Si Kecil membaca dongeng sebelum tidur, bahkan pergi ke perpustakaan setiap akhir pekan untuk membaca buku yang belum pernah Ia baca.

9. Buat Permainan Seru

Bagi sebagian anak, membaca mungkin membosankan. Namun, Bunda dan Ayah bisa membuatnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, seperti membuat permainan seru seperti membaca pada kartu permainan. Jangan memaksa bila anak belum ingin membaca, sebab bila dipaksa akan membuat anak semakin tidak ingin belajar membaca buku apa pun.

Jangan pernah menyerah dalam menerapkan berbagai cara mengajarkan anak membaca buku cerita, ya Bun! Selain itu, hindari membandingkan anak mengenai kemampuan membacanya dengan teman-teman seusianya. Bagaimanapun juga, bakat dan kemampuan yang dimiliki setiap anak pasti berbeda.

Lihat Artikel Lainnya