9 Cara Mengatasi Gatal pada Ibu Hamil. Kenali Juga Penyebabnya.

Morinaga Platinum ♦ 21 Desember 2021

Selama kehamilan, keluhan gatal pada beberapa area tubuh membuat tidak nyaman. Tidak hanya mengganggu aktivitas tapi juga bisa memicu efek buruk lainnya seperti kulit luka hingga infeksi. Bahkan, gatal pada ibu hamil bisa bahaya apabila tidak diatasi secara tepat. Oleh karena itu, kenali penyebabnya agar dapat menemukan cara untuk menyembuhkannya. 

Penyebab Gatal pada Ibu Hamil

Rasa gatal kerap terjadi ketika tengah menjalani masa kehamilan, dan hal ini wajar karena adanya peregangan dan peningkatan suplai darah ke kulit saat hamil. Beberapa area tubuh yang paling sering terasa gatal adalah perut, payudara, tangan, dan kaki. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan dan kulit kering juga berkontribusi menyebabkan gatal.

Faktor eksternal seperti bergesekan dengan serat kain dan reaksi kulit ketika terkena parfum juga bisa jadi pemicu gatal-gatal. Pada kondisi normal, gatal pada ibu hamil memiliki tingkat bahaya yang ringan. Tetapi jika diikuti dengan riwayat kesehatan dan gejala lain seperti berikut di bawah ini, bumil perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Eksim

Eksim ditandai dengan munculnya bintik merah pada kulit disertai dengan gatal. Rasa gatal pada ibu hamil trimester 1 dan 2, terutama memiliki riwayat eksim bisa dirasakan semakin parah. 

Psoriasis

Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan gatal ruam saat hamil, kulit kering, bersisik, dan mudah terkelupas. Bahaya gatal pada ibu hamil dengan psoriasis tidak seperti eksim yang bisa semakin parah. Selama kehamilan, simtom psoriasis justru menurun meskipun pada kasus tertentu bisa semakin buruk.

Obstetric Cholestasis (OC)

Obstetric Cholestasis menyebabkan gatal setelah memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Kolestasis adalah kondisi hati yang menghasilkan penumpukan asam empedu dalam darah. Biasanya tidak diikuti ruam tetapi warna kulit lebih kuning, urin berwarna gelap, nafsu makan turun, mual, dan gatal yang parah.

Gatal pada ibu hamil karena obstetric cholestasis tergolong tidak bahaya, tetapi penting untuk konsultasi ke dokter dan mendapatkan solusi tepat dalam mengatasi gatal. Kolestasis dan rasa gatal, biasanya akan hilang dalam beberapa hari setelah melahirkan.

Papula Urtikaria Pruritus dan Plak Kehamilan (PUPPP)

Munculnya bintik merah dan gatal pada kulit saat hamil disebabkan papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan (PUPPP). PUPPP lebih sering terjadi pada kehamilan pertama dan kehamilan kembar. Rasa gatal bisa cenderung hilang saat melahirkan dan tidak memengaruhi kondisi janin.

Prurigo

Bintik merah yang terasa gatal pada kaki, perut, dan lengan termasuk gejala prurigo. Gatal pada ibu hamil ini tidak bahaya dan bisa dialami setiap trimester. Jika kehamilan pertama mengalami prurigo, ada kemungkinan kehamilan setelahnya akan mengalaminya lagi.

Herpes Gestationis

Masih ditandai dengan bintik merah dan gatal pada kulit saat hamil, kondisi ini dialami ketika memiliki kelainan kulit autoimun. Supaya tidak membahayakan bumil dan janin, konsultasikan salep apa yang cocok untuk ibu hamil dan caranya mengatasi gatal.

Biduran

Gatal yang terasa menyengat serta muncul bintik merah berkelompok di mana saja pada tubuh, bisa disebabkan biduran. Hal ini disebabkan reaksi alergi seperti dari gigitan serangga, serbuk sari, bulu binatang, bahan kimia, obat-obatan, dan makanan.

Folikulitis Pruritus

Folikulitis pruritus ditandai muncul lesi pada batang tubuh dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Sekilas lesi seperti jerawat yang berisi nanah. Tetapi tidak perlu khawatir sebab akan hilang dalam 2-3 minggu.

Kolestasis Inhepatik

Kolestasis inhepatik paling sering dirasakan pada usia kehamilan trimester ketiga. Gejalanya, muncul bintik gatal pada telapak tangan dan kaki, namun dalam kondisi yang parah bisa di seluruh tubuh. Meskipun pada umumnya akan sembuh sendiri, ibu hamil yang mengalami gatal penting untuk konsultasi dokter.

Impetigo Herpetiformis

Bintik merah pada kulit saat hamil trimester 2 bisa disebabkan impetigo herpetiformis. Bintik yang terasa gatal ini bisa timbul di bagian tubuh manapun. Gejala impetigo herpetiformis diikuti mual, muntah, diare, demam, dan masalah pada kelenjar getah bening. Oleh karena itu, keluhan gatal tidak bisa dianggap sepele.

 

Cara Mengatasi Gatal pada Ibu Hamil

Seperti yang telah dipaparkan di atas, ada berbagai penyebab gatal-gatal khususnya yang dirasakan bumil. Oleh karena itu keluhan ini perlu segera diatasi, berikut daftar yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa gatal:

1.     Kompres handuk dingin

Sensasi dingin mampu membantu mengurangi rasa gatal. Ini bisa dilakukan dengan merendam handuk dalam air dingin kemudian mengompres bagian tubuh yang gatal.

 2.     Memakai pelembap kulit

Cara pertama dan kedua ini bisa membantu menyembuhkan gatal pada ibu hamil karena peregangan kulit dan kulit kering. Bumil bisa mengoleskan pelembap setiap waktu, tetapi ada yang perlu diperhatikan sebelum mengoleskan. Hindari memakai pelembap yang mengandung pewangi, sebab bisa membuat kulit iritasi bahkan memicu alergi. Nah, untuk menghadirkan sensasi dingin pelembap bisa disimpan dalam lemari pendingin.

3.     Hindari Menggaruk Area Kulit

Intensitas gatal mungkin bisa memicu bumil untuk terus-terusan menggaruk area tertentu. Tetapi semakin digaruk bisa bahaya, karena gatal pada ibu hamil bisa menyebabkan masalah lain. Oleh karena itu, tetaplah tenang dan jangan sampai area yang gatal terluka.

4.     Ganti parfum, deterjen, maupun sabun mandi

Beberapa orang memiliki kulit sensitif yang mudah sekali alergi termasuk alergi parfum, deterjen, maupun sabun mandi. Hal ini disebabkan bahan kimia yang terkandung di dalamnya sehingga bisa memicu gatal-gatal. Artinya, cobalah identifikasi apakah deterjen atau sabun mandi yang menyebabkan gatal. Jika salah satunya, maka perlu mengganti dengan produk berbahan alami.

5.     Mandi air hangat

Selain sensasi dingin yang bisa membantu mengurangi rasa gatal, mandi air hangat juga dapat menjadi salah satu cara mengatasi rasa gatal pada ibu hamil. Namun, Bunda perlu untuk memperhatikan suhu airnya agar tidak melebihi 38°C. Mandi air hangat juga bermanfaat memperlancar peredaran darah serta mengatur suhu tubuh seimbang.

6.     Pakai pakaian yang nyaman dan longgar

Gatal pada ibu hamil karena lekukan pakaian ataupun karet pada celana bisa diatasi secara mudah. Bumil hanya perlu mengganti dengan pakaian yang lebih nyaman, berbahan tipis untuk memperlancar sirkulasi udara, dan longgar.

Mengenakan pakaian longgar juga berguna menghindari iritasi. Bukankah pakaian yang ketat dan lembap bisa menimbulkan lecet pada kulit? Nah, artinya untuk menghindari risiko-risiko buruk kenakan pakaian paling nyaman ya.

7.     Cukup minum

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari penting, terutama bagi ibu hamil. Hal ini  juga bisa mengurangi gatal apalagi ketika udara terasa gerah. Memastikan tubuh cukup terhidrasi juga baik untuk metabolisme serta perkembangan janin.

8.     Gunakan humidifier

Dengan menggunakan humidifier, gatal pada ibu hamil karena kulit kering bisa terselesaikan. Selain rutin memakai pelembap kulit, Bunda bisa memanfaatkan humidifier supaya udara ruangan tetap sejuk.

9.     Kelola stres

Mengelola stres penting untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Efeknya bisa sulit tidur dan memperburuk rasa gatal pada ibu hamil. Oleh karena itu, perlu mengelola stres supaya tetap tenang, istirahat cukup, dan menjalani pola hidup sehat. Cara mengelola stres antara lain dengan latihan pernapasan dalam, meditasi, maupun olahraga khusus untuk ibu hamil.

 

Obat Gatal pada Ibu Hamil dari Bahan Alami

Obat tidak boleh sembarangan diminum tanpa rekomendasi dokter. Termasuk mengoleskan salep gatal untuk ibu hamil membutuhkan resep langsung dari dokter, karena berkaitan dengan riwayat alergi yang dimiliki bumil. Tetapi bumil bisa mengobati gatal dengan bahan-bahan alami, antara lain:

Oatmeal

Oatmeal dikenal sebagai menu pengganti nasi bagi seseorang yang sedang diet. Nah, di samping memiliki manfaat untuk diet, oatmeal juga bisa membantu mengatasi rasa gatal pada tubuh. Cara tersebut dikenal dengan oatmeal bath atau mandi oatmeal.

Sebuah riset ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology tahun 2010 menunjukkan bahwa avenanthramides yang terkandung dalam oatmeal dapat menghambat senyawa yang menyebabkan peradangan dan antihistamin. Alhasil, oatmeal dapat membantu menenangkan kulit yang gatal. Fenol dan antioksidan yang terkandung dalam oatmeal juga dapat membantu mengurangi peradangan kulit dan mengatasi gatal pada kulit.

Langkahnya, siapkan 1 mangkuk oatmeal dan siram dengan air panas. Diamkan sesaat agar menjadi pasta lalu campurkan dengan air yang dipakai mandi. Bisa juga bumil berendam oatmeal selama beberapa menit untuk mengurangi rasa gatal.

Lemon

Obat dari bahan alami untuk mengatasi rasa gatal adalah lemon. Buah yang kaya dengan vitamin C ini membantu menghalau bakteri yang menyebabkan gatal-gatal semakin menjadi-jadi. Untuk memanfaatkan khasiat lemon, bisa dengan memeras satu buah lemon. Campurkan air perasan dengan setengah gelas air kemudian oleskan pada area tubuh yang gatal.

Minyak kelapa

Gatal pada ibu hamil yang disebabkan kulit kering, bisa diatasi dengan mengoleskan minyak kelapa. Minyak kelapa mengandung asam lemak yang bermanfaat melembabkan kulit serta mengatasi rasa gatal. Bahkan minyak kelapa ampuh mengurangi risiko iritasi.

Aloe vera

Obat gatal tradisional pada ibu hamil bisa dengan memanfaatkan aloe vera yang memiliki banyak manfaat. Terutama ampuh menjaga kelembaban kulit, anti peradangan, dan meredakan gatal. Cara memanfaatkan keampuhannya, ambil gel dari aloe vera. Haluskan dan oleskan pada permukaan kulit yang gatal-gatal.

Dari beragam cara di atas, apabila gatal dan tidak sembuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Terlebih jika diikuti gejala lain seperti muncul ruam, gatal semakin parah, sakit kepala, pusing, selera makan menurun, warna urin lebih gelap, dan warna kulit lebih kuning.

Lihat Artikel Lainnya