7 Cara Mengatasi Sakit Tumbuh Gigi Geraham Pada Anak 2 Tahun

Morinaga Platinum ♦ 10 Agustus 2021

Tumbuhnya gigi geraham sudah pasti akan dialami oleh setiap anak. Tumbuhnya gigi geraham pada anak usia 2 tahun umumnya menyebabkan rasa sakit. Beberapa anak mungkin tidak memiliki keluhan yang berarti. Namun sebagian yang lain justru bisa mengalami demam, panas hingga kehilangan mood dan nafsu makan yang menyebabkan bayi rewel. Masalah ini tentu tidak bisa Bunda biarkan begitu saja. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Bunda mengatasi dan meredakan rasa sakit efek dari tumbuhnya gigi geraham pada anak.

Fase Pertumbuhan Gigi Pada Anak

Bunda perlu tahu bahwa pertumbuhan tiap gigi mengalami fase yang bertahap. Gigi pertama  mulanya tumbuh saat usia 5 bulan bahkan beberapa sudah tumbuh sejak usia 4 bulan atau lebih lambat. Gigi seri di bagian rahang depan akan muncul lebih awal disusul gigi seri bagian bawah. Saat tumbuh gigi, Bunda bisa membersihkan gigi Si Kecil dengan kain kasa yang sudah direndam dengan air hangat.

 

Gigi geraham bagian bawah akan mulai muncul pada usia 14 bulan umumnya, bisa juga terjadi lebih lambat hingga usia 2 tahun. Masuk usia 18 bulan, gigi taring sudah bermunculan. Di usia 2 tahun, gigi geraham muncul bergantian hingga akhirnya gigi tampak sempurna. Meski tidak semua anak melalui tahap yang sama, Bunda perlu memeriksakan Si Kecil jika pada usia 1 tahun belum tumbuh gigi. Berikut beberapa keluhan yang biasanya dialami Si Kecil saat tumbuh gigi geraham :

 

  • Memasukkan tangan ke mulut hingga suka menggigit benda-benda yang ada di sekitarnya
  • Gusi tampak bengkak dan kemerahan
  • Ngeces atau sering mengeluarkan air liur
  • Rewel, menangis, hingga demam
  • Susah tidur dan kurang nafsu makan
  • Seringkali menarik telinga dan menggaruk kuping

Cara Mengatasi Sakit Akibat Tumbuh Gigi Geraham Pada Anak Usia 2 Tahun

Bunda tak perlu khawatir jika Si Kecil tampak memiliki berbagai keluhan tersebut ya. Tujuh cara berikut dapat Bunda coba untuk mengurangi rasa tak nyaman pada Si Kecil.

Menggunakan Teether

Teether atau mainan bayi yang digunakan dengan cara digigit ini bisa membuat Si Kecil merasa nyaman. Bunda disarankan memilih teether yang tidak berisi cairan. Saat tumbuh gigi, anak bisa saja secara tak sengaja merusak teether yang berisi cairan. Dampaknya, bisa saja tertelan dan memberi efek buruk pada kesehatan Si Kecil.

Memberikan Makanan yang Keras dan Renyah

Jika Bunda tidak ingin menggunakan teether, makanan keras yang renyah bisa jadi alternatif yang menyenangkan. Bayi yang sudah tumbuh gigi secara refleks mampu mengunyah dan menelan dengan baik. Namun, Bunda tetap harus waspada ya saat Si Kecil tengah mengunyah makanan. Pilihan makanan yang dapat dimakan ialah wortel, apel, atau mentimun yang sudah dikupas.

Memberi Perhatian Lebih untuk Mengalihkan Rasa Sakit

Beberapa anak biasanya mengalami rewel dan panas. Bunda bisa memberikan obat panas pada bayi yang tumbuh gigi seperti paracetamol yang memang direkomendasikan oleh dokter. Selain itu, penting untuk memberikan perhatian lebih pada Si Kecil agar rasa sakitnya bisa teralihkan. Mengajaknya bermain atau bernyanyi bisa membuat Si Kecil lebih bahagia.

Memijat Gusi Bayi dengan Lembut

Pijat bayi pada bagian gusi dengan perlahan menggunakan kain lembut yang bersih dan sudah dibasahi dengan air. Sebelum menggosok, pastikan tangan Bunda juga bersih ya.

Memberi ASI atau Susu Formula Secara Rutin

Meski sedang rewel, pemberian ASI atau susu formula tidak boleh berkurang. Jika gusinya gatal dan menggigit puting Bunda, coba pijat gusi Si Kecil dengan tangan Bunda yang sudah dibasahi air dingin.

Memberikan Cemilan Dingin

Ternyata cemilan dingin bisa membantu bayi yang rewel dengan tumbuhnya gigi geraham loh Bun. Cemilan dingin yang bagus untuk Si Kecil adalah Yoghurt atau finger food seperti pisang dan wortel yang telah didinginkan. Jika tak ada, Bunda bisa menggunakan air dingin yang dimasukkan ke dalam sippy cup, gelas plastik dengan tutup moncong.

Memberi Obat Pereda Nyeri

Cara mengatasi rasa sakit akibat tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun terakhir yang bisa Bunda terapkan adalah dengan memberikan obat pereda nyeri kepada Si Kecil. Meski cara ini tergolong mudah dilakukan, sebaiknya cara ini Bunda jadikan sebagai opsi terakhir dalam menangani rasa sakit akibat tumbuhnya gigi geraham anak.

Mengapa? Menurut Andrew J. Bernstein, M.D., seorang dosen kedokteran anak klinis di Northwestern University. Pemberian obat pereda nyeri pada anak dapat menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya. Bahkan, pemberian obat pereda nyeri yang berlebihan pada anak bisa menyebabkan gangguan liver. 

Selain obat kimia, Bunda juga bisa menggunakan obat tradisional untuk mengatasi rasa sakit pada anak akibat tumbuh gigi geraham. Obat tradisional yang dapat Bunda gunakan diantaranya, air garam, bawang putih, daun jambu biji, minyak cengkeh dan masih banyak lagi.

Nah, Bunda sudah tidak perlu khawatir dan bingung lagi ya ketika Si Kecil mengalami rewel saat tumbuh gigi geraham. Yang terpenting adalah, Bunda tak perlu marah saat Si Kecil mulai menangis karena akan menyebabkan Si Kecil semakin sulit ditenangkan.

Lihat Artikel Lainnya