6 Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik Pada Anak

Morinaga Platinum ♦ 20 Agustus 2021

Apakah Bunda pernah mendengar apa itu kecerdasan Kinestetik pada anak? Menurut Howard Gardner, seorang pakar perkembangan anak, jenis kecerdasan ini mengacu pada sebuah kemampuan untuk memadukan antara pikiran dan gerakan yang diekspresikan dalam bentuk gerakan - gerakan, seperti berlari, menari, membuat kerajinan tangan dan lain - lain.

Sebagian Bunda mungkin pernah bertanya-tanya apakah Si Kecil mempunyai kecerdasan kinestetik atau tidak? Sebenarnya, cara paling mudah mengetahui apakah Si Kecil memiliki kecerdasan kinestetik atau tidak adalah dengan melihat aktivitas Si Kecil sehari-hari. Umumnya, anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki ciri-ciri khusus, seperti lebih aktif bergerak daripada anak lain.

Kenali Ciri Ciri Kecerdasan Kinestetik 

Tidak banyak orang tua yang tahu apa saja ciri-ciri kecerdasan kinestetik pada anak. Padahal, penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri kecerdasan kinestetik pada anak. Sebab, anak dengan kecerdasan kinestetik perlu mendapat dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan. Secara umum, sebagian besar anak yang memiliki kecerdasan kinestetik mempunyai ciri-ciri tertentu. Mari Bunda ketahui dan kenali ciri-ciri kecerdasan kinestetik pada anak berikut ini:

Aktif Bergerak

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik cenderung lebih aktif dari anak biasa. Biasanya mereka lebih menyukai kegiatan yang melibatkan fisik, seperti olahraga, menari, berlari dan lain sebagainya. Bahkan, mereka tidak sungkan untuk menyentuh sesuatu yang membuatnya penasaran.

Tidak Betah Membaca

Coba perhatikan, apakah Si Kecil betah membaca buku selama berjam-jam? Jika ia lebih senang berinteraksi dengan gadget atau komputer ketimbang membaca, kemungkinan Si Kecil mempunyai kecerdasan kinestetik.

Motorik Kasar Lebih Menonjol

Menurut Healthline, motorik kasar adalah kemampuan untuk melibatkan gerakan yang melibatkan seluruh anggota tubuh. Pada anak yang memiliki kecerdasan kinestetik, motorik kasar ini lebih menonjol dibanding anak biasa.

Mudah Belajar Sesuatu dengan Praktik

Ciri-ciri lain yang ada pada anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah kurang menyukai pembelajaran dengan teori. Hal ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan Brandi Roth, PhD., dari Beverly Hills, Amerika yang menyebut bahwa anak dengan kecerdasan kinestetik lebih mudah belajar sesuatu dengan mempraktekkannya secara langsung.

Baca juga: Kenali Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini, Bunda Harus Tahu!

 

Cara Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik

Anak dengan kecerdasan kinestetik sesungguhnya sangat menikmati melakukan aktivitas yang melalui bantuan fisiknya. Untuk mengembangkan kecerdasaan bawaan ini, Bunda dapat memulainya dengan menerapkan skenario pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik dan pola asuh yang tepat. Berikut ada beberapa cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada Si Kecil yang dapat Bunda lakukan.

Jangan Membatasi Kecerdasan Kinestetik

Kebanyakan orang tua melihat perilaku anak yang aktif bukan sebagai sebuah kecerdasan, melainkan perilaku hiperaktif. Oleh karenanya, sering kita saksikan banyak orang tua yang membatasi tingkah dan aktivitas Si Kecil yang aktif. Akibatnya, Si Kecil menjadi tertekan hingga menyebabkan tumbuh kembangnya terhambat.

Padahal, jika sikap aktif Si Kecil mendapat dukungan dan arahan yang baik, kecerdasaan yang tidak disadari keberadaannya ini mempunyai potensi besar untuk menjadi sesuatu yang luar biasa. Dengan kecerdasaan kinestetik Si Kecil dapat tumbuh menjadi olahragawan, menjadi penari, menjadi ilmuwan dll.

Dibanding anak lainnya, anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki kelebihan lebih cepat menghafal sesuatu menggunakan gerak tubuh. Selain cenderung tidak bisa diam, adapun kelemahan kinestetik, yaitu jika tidak mendapat penanganan yang tepat, anak akan memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang lain.

Namun, perlu dipahami bahwa kinestetik bukanlah sebuah gangguan, tapi kemampuan Si Kecil untuk mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda. Sebagai orang tua, Bunda bisa mengeksplor lagi kreativitas dalam pola asuh. Hal ini supaya kebutuhan anak akan gerakan dapat terpenuhi.

Ajarkan Sesuatu dengan Gerak Tubuh

Melanjutkan pembahasan di atas, cara mengembangkan kecerdasan kinestetik selanjutnya adalah dengan mengajarkan pelajaran dasar, kepada Si Kecil dengan bantuan gerakan. Untuk meningkatkan perkembangan kecerdasan Si Kecil, Bunda dapat mengajak Si Kecil Calistung (membaca, menulis, menghitung) seraya melibatkan pergerakan tubuh. 

Tujuannya tentu saja supaya Si Kecil dapat lebih mudah menerima informasi yang baru ia terima. Si Kecil yang mempunyai kecerdasan kinestetik cenderung mudah belajar hal baru dengan bantuan gerakan. Sentuhan dan gerakan ini cukup efektif menstimulasi anak dalam menerima informasi.

Baca juga: Begini Cara Asah Kecerdasan Kinestetik Si Kecil Berdasarkan Usia

Persiapkan Fasilitas Pendukung Pembelajaran

Pada prinsipnya, Si Kecil yang terlahir dengan kecerdasan kinestetik akan lebih aktif bergerak, maka ada baiknya Bunda selaku orang tua mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan. Hal ini supaya Si Kecil lebih menikmati proses kegiatan pembelajaran.

Bunda bisa menyediakan media seperti peralatan menggambar meliputi krayon, kapur, pensil warna maupun media gambarnya. Bunda juga dapat mempersiapkan area tertentu yang bisa Si Kecil gunakan untuk membantunya bergerak saat proses belajar.

Misalnya, Bunda dapat menempel bagian dinding dengan kertas khusus. Sehingga Si Kecil dapat mengekspresikan imajinasinya sepuas hati tanpa perlu khawatir merusak keindahan rumah. 

Libatkan Si kecil Dalam Pekerjaan Rumah

Bukan hanya sekedar permainan, Bunda juga dapat mengarahkan Si kecil untuk membantu melakukan pekerjaan rumah. Misalnya, menyapu lantai, menyiram tanaman maupun aktivitas bersih-bersih yang tergolong ringan.

Pasalnya anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik membutuhkan sentuhan sampai bergerak guna menstimulasi proses belajar. Sehingga melakukan pekerjaan rumah tangga secara langsung dapat menjadi stimulus yang baik untuk perkembangan kecerdasaan kinestetiknya.

Cari Sekolah yang Mendukung

Selain dukungan dari keluarga, anak dengan kecerdasan kinestetik juga membutuhkan dukungan dari lingkungan luar. Dukungan ini bisa Bunda dapatkan dari lingkungan sekolah. Secara tidak langsung lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasan anak. 

Alih-alih kecerdasan kinestetik Si kecil meningkat, salah dalam memilih sekolah justru dapat membuat Si Kecil kesulitan dalam menerima informasi selama proses belajar. Pasalnya, metode pelajaran yang tidak menyertakan gerakan akan membuat tubuh anak tidak terkoneksi sehingga anak sulit dalam mengingat sesuatu.

Bunda bisa menyekolahkan Si Kecil di sekolah khusus yang memiliki gaya belajar kinestetik. Sekolah yang menerapkan pola pembelajaran kinestetik umumnya akan melibatkan fisik atau latihan selama proses pembelajaran.

Satu contoh, lingkungan yang ramah dan mendukung kebutuhan Si Kecil akan membuat Si Kecil lebih mudah mengekspresikan keinginannya tanpa ada halangan. Sementara lingkungan yang salah akan membuat kecerdasan Si Kecil terhambat atau bahkan hilang. 

Kegiatan pembelajaran dengan metode kinestetik biasanya menjadikan gerakan sebagai alat utama penyerapan informasi atau pengetahuan bagi anak. Artinya, anak akan kesulitan menerima informasi yang tidak disertai dengan gerakan.

Ajarkan Si Kecil Belajar Dari Kesalahan

Tak jarang dalam proses dalam pengembangan maupun kecerdasannya Si Kecil melakukan banyak kesalahan. Berdasarkan pendapat profesor Universitas Stanford, Carol Dweck, sebaiknya orang tua memberikan ruang kepada anak supaya mereka dapat mempelajari pengalaman maupun kesalahan yang dilakukan. Jika anak melakukan sebuah kesalahan, jangan berfokus pada kesalahan yang dibuatnya. Tapi dukung dan berilah solusi atas kesalahan tersebut.

Ada banyak macam dan jenis kecerdasan kinestetik pada anak. Singkatnya, anak dengan kecerdasan kinestetik perlu pola asuh atau cara mendidik yang tepat dari kedua orang tuanya. Hal ini bertujuan agar anak dapat mengoptimalkan atau mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan sempurna. Untuk mencapainya, Bunda dapat melakukan sejumlah cara diatas tanpa perlu khawatir salah dalam pengasuhan.

Itulah cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak yang dapat Bunda coba. Jika Bunda tidak dapat menangani sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater anak. Selain itu, Bunda juga bisa meningkatkan kecerdasan Si Kecil dengan melalui Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. 

MIPP merupakan aplikasi digital untuk Rencana Bermain anak, yang dapat Ayah atau Bunda gunakan untuk mengembangkan Kecerdasan Majemuk Si Kecil sejak dini. Adapun melalui aplikasi ini Ayah dan Bunda dapat belajar memaksimalkan kecerdasan anak yang mencakup identifikasi, ide bermain, gaya belajar, pola asuh hingga kecerdasan emosi Si Kecil. Tools ini dapat diakses di website www.morinagamiplayplan.com

Lihat Artikel Lainnya