5 Upaya Maksimalkan Pertumbuhan Tinggi Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Harapan Ayah dan Bunda tentu agar proses tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal. Tak jarang, Ayah dan Bunda menjadi khawatir apabila pencapaian pertumbuhan Si Kecil tidak sepesat dengan teman-teman seusianya.

Perawakan pendek adalah istilah yang digunakan untuk orang yang tinggi badannya di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan tinggi orang pada kelompok usia sama. Hingga saat ini, belum ada cara pasti yang terbukti dapat memperkirakan tinggi seseorang pada waktu usia dewasa. Meski demikian, ada beberapa rumus yang dapat digunakan untuk memperkirakan pertumbuhan tinggi Si Kecil, salah satunya adalah: 

  • Jumlahkan tinggi Ayah dan Bunda dalam sentimeter
  • Kemudian, untuk anak laki-laki tambahkan 13 sentimeter dan sebaliknya, kurangi 13 sentimeter untuk anak perempuan
  • Lalu bagi dua angka yang diperoleh

Sebagian besar anak akan mencapai tinggi dewasanya dengan rentang tinggi = hasil angka di atas ditambah atau dikurangi 8,5 cm.

Ayah dan Bunda tentu tidak ingin pertumbuhan Si Kecil terganggu. Maka Ayah dan Bunda harus tahu faktor apa saja yang bisa menghambat pertumbuhannya, simak di bawah ini, ya:

  • Karbohidrat. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan bisa memicu lonjakan insulin tubuh. Ini dapat berakibat pada menurunnya produksi hormon pertumbuhan.
  • Genetik. Pertumbuhan Si Kecil dapat terpengaruh oleh kondisi tertentu pada tiroid atau kelainan genetik lainnya.
  • Kurang tidur. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan. Ini sebabnya agar pertumbuhan optimal, Si Kecil harus mendapat istirahat cukup.
  • Anak-anak, sebagai perokok pasif, akan mengalami kenaikan kadar karbonmonoksida di dalam darahnya. Ini dapat menurunkan kadar oksigen yang penting untuk pertumbuhan.

Langkah apa saja yang harus dilakukan agar Si Kecil bisa mencapai berat dan tinggi badan sehat dan optimal? Biasakan Si Kecil menjalani pola hidup sehat seperti berikut ini:

Istirahat cukup, tubuh pun sehat

Buat jadwal istirahat untuk Si Kecil. Usahakan agar ia mendapatkan 10-12 jam tidur malam setiap harinya agar proses tumbuh kembang optimal. Biasakan juga Si Kecil beristirahat pada siang hari.

Perhatikan asupan protein hariannya

Hasil studi yang diterbitkan oleh The Journal of Nutrition memerlihatkan bahwa anak yang mendapatkan asupan harian makanan kaya protein mengalami peningkatan tinggi yang signifikan dibandingkan anak yang hanya mengonsumsi sedikit protein.

Bunda bisa memberikan Si Kecil makanan kaya protein seperti ikan atau daging tanpa lemak juga susu yang mengandung protein whey (protein lengkap terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial).

Rutin berolahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin akan memperbaiki selera makan Si Kecil. Aktivitas fisik akan menjaga Si Kecil tetap bertumbuh dengan kecepatan konsisten dan terhidar dari risiko obesitas.

Jangan remehkan mikronutrien

Menurut The Journal of Nutrition, walau hasil penelitian terhadap bahan-bahan ini bila diberikan secara tersendiri masih belum konsisten, pemberian kalsium, besi, dan vitamin A bila dikombinasikan dengan protein dapat bermanfaat bagi pertumbuhan Si Kecil.

Kini, Bunda semakin mudah memilih. Berikan Si Kecil susu yang telah difortifikasi kalsium juga vitamin D. Kalsium adalah salah satu komponen yang membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi. Sedangkan vitamin D dibutuhkan agar penyerapan kalsium bisa dilakukan tubuh secara maksimal.

Lakukan pemeriksaan berkala

Untuk memastikan pertumbuhan Si Kecil sesuai dengan acuan, bawa ia secara teratur ke dokter. Ini adalah langkah awal mendeteksi gangguan pertumbuhan. Begitu juga jika Bunda curiga ada kelainan pertumbuhan, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Bunda pasti ingin Si Kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal mencapai potensi maksimalnya. Berikan gizi yang cukup agar proses tumbuh kembangnya bisa berjalan sesuai harapan.

Milestone Lainnya