5 Penyakit yang Disebabkan oleh Kekurangan Gizi

Oleh: Morinaga Platinum

19 Mei 2020

Untuk mewujudkan individu yang mampu mencapai potensi maksimalnya, faktor nutrisi adalah unsur yang sangat penting untuk diperhatikan. Usia balita dikenal sebagai “Periode Emas” tumbuh kembang. Disebut demikian karena pada usia 0-5 tahun Si Kecil menjalani proses tumbuh kembang yang akan menentukan kondisinya di masa mendatang.

Periode emas tumbuh kembang Si Kecil

Pada saat periode emas, perkembangan otak Si Kecil berlangsung sangat pesat hingga mencapai 80 persen potensinya. Semua informasi yang Si Kecil terima pada masa ini akan menjadi pondasi pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuannya kelak ia besar nanti.

Cara memaksimalkan periode emas yaitu dengan memberikan asupan nutrisi yang baik dan seimbang, menyesuaikan kebutuhan serta usianya. Kemudian berikan curahan kasih sayang, perhatian, dan stimulasi sesuai dengan tahapan tumbuh kembang Si Kecil.

 

 Baca Juga: Dukung Kecerdasan Si Kecil dengan Stimulasi yang Tepat

 

Pastikan segala kebutuhan dasar gizi Si Kecil terpenuhi, agar Si Kecil tidak mengalami kondisi kekurangan gizi yang disebut malnutrisi atau gizi buruk. Secara umum malnutrisi atau gizi buruk mencakup kekurangan maupun kelebihan gizi yang akan terjadi akibat pola makan yang buruk, pencernaan yang tidak sehat, dan juga tingkat aktivitas Si Kecil. Kondisi kekurangan gizi akan berdampak negatif bagi tumbuh kembang Si Kecil, serta rawan menyebabkan berbagai gangguan dan penyakit.

Apabila kecukupan gizinya tidak terpenuhi, maka Si Kecil berisiko mengalami stuntingStunting adalah keadaan tinggi badan di bawah standar pada umur tertentu yang akhirnya memperbesar risiko seseorang terkena diabetes, hipertensi, dan juga obesitas.

 

 Baca Juga: Stres pada Si Kecil: Mungkingkah Terjadi?

 

Efek negatif stunting

Efek negatif stunting lainnya adalah kemampuan otak yang menurun, misalnya gangguan perhatian, gangguan belajar, menurunnya skor IQ, mudah lupa, berkurangnya kemampuan bersosialisasi, serta berkurangnya kemampuan memecahkan masalah. Semua itu akan terjadi jika keadaan kekurangan gizi berlanjut selama bertahun-tahun.

 

Selain stunting, berikut ini adalah daftar penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi:

Kwashiorkor

Ini merupakan salah satu penyakit malnutrisi protein yang paling akut di dunia. Gejala lain penyakit ini yaitu perut buncit, pembesaran hati, penipisan rambut dan tekstur rambut yang kasar, gigi mudah copot, dan dermatitis.

Marasmus

Marasmus adalah penyakit akibat kekurangan protein dan kalori yang sangat parah. Umum terjadi pada anak-anak. Pada kondisi marasmus, berat tubuh lebih rendah 80% dari berat normal yang seharusnya sehingga tubuh seseorang tampak kurus. Pengecilan otot, kulit kering dan bersisik, dan kulit longgar merupakan gejala lain dari marasmus.

Anemia

Penyakit kurang darah yang paling umum disebabkan karena kurang gizi. Meski dapat dipicu oleh banyak faktor, tapi salah satu alasan utama terjadinya anemia adalah defisiensi zat besi dan vitamin B12. Penderitanya bisa mengalami sesak napas, kelelahan, pucat dan gejala lain yang menunjukkan rendahnya jumlah hemoglobin.

 

 Baca Juga: Tips Lindungi Si Kecil dari Ancaman COVID-19

 

Gondok

Disebabkan karena kekurangan yodium dalam makanan. Gejala khasnya adalah pembengkakan kelenjar tiroid. Gejala lainnya adalah lesu, lemah, tingkat metabolisme yang rendah, peningkatan kerentanan terhadap dingin, dan lain-lain.

Defisiensi Vitamin

  • Vitamin A. Dapat mengakibatkan rabun senja, kebutaan permanen serta sangat rentan terhadap infeksi, gangguan nafsu makan, kulit kering dan kasar, kerusakan rambut, kesulitan dalam penyembuhan luka, dan lain-lain.
  • Vitamin B1. Penderitanya akan mengalami badan lesu, menurunnya nafsu makan, dan depresi mental. Penyakit karena defisiensi tiamin yaitu beri-beri. Penyakit ini disebabkan akibat makanan yang kaya akan karbohidrat tetapi rendah tiamin.
  • Vitamin B2. Kekurangan vitamin B2 atau riboflavin biasanya sangat berhubungan dengan penyakit kurang protein dan energi. Gejala defisiensi riboflavin termasuk sakit tenggorokan dengan pembengkakan dan kemerahan dari mulut, cheilosis, stomatitis, glositis, dermatitis, dan lain-lain.
  • Vitamin B12. Ditandai dengan gejala seperti kesemutan pada lidah, anemia, bintik-bintik putih pada kulit, luka pada mulut, sesak napas, sakit kepala yang mirip serangan migrain, dan lain-lain.
  • Vitamin C. Kekurangan vitamin C menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai penyakit kudis. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti gusi berdarah, penyembuhan luka yang sangat lama, bintik-bintik pada kulit, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.
  • Vitamin D. Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena kurangnya asupan kalsium dan paparan sinar matahari. Gejala kekurangan vitamin D menyebabkan pembentukan tulang terganggu, sehingga tulang menjadi sangat lunak seperti pada osteomalacia maupun osteoporosis.

 

 Baca Juga: Apa Perlu Si Kecil Diberi Suplemen Vitamin?

 

Tentunya kita tidak ingin penyakit kekurangan gizi terjadi pada Si Kecil. Apabila terdapat gejala-gejala di atas, Bunda jangan ragu untuk segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Demi masa depan Si Kecil menjadi manusia berkualitas, maka nutrisi dan kecukupan gizi adalah sebuah prioritas utama.

Asupan gizi anak generasi platinum

Dengan cara memberikan asupan gizi seimbang sesuai kebutuhannya, curahan kasih sayang, perhatian, serta stimulasi sesuai tahapan usia, maka proses tumbuh kembang Si Kecil berjalan secara optimal, dan Si Kecil pun siap menjadi anak generasi platinum!

 

 Baca Juga: Mengapa Kolin dan Zat Besi Penting Untuk Si Kecil?

Milestone Lainnya