5 Penyakit yang Disebabkan oleh Kurang Gizi

Oleh: Morinaga Platinum

Untuk mewujudkan individu yang mampu mencapai potensi maksimalnya, faktor nutrisi adalah unsur yang sangat penting untuk diperhatikan. Usia balita dikenal sebagai “Periode Emas” tumbuh kembang. Disebut demikian karena pada usia 0-5 tahun Si Kecil menjalani proses tumbuh kembang yang akan menentukan kondisinya di masa mendatang.

Pada saat periode emas, perkembangan otak Si Kecil berlangsung sangat pesat hingga mencapai 80 persen potensinya. Semua informasi yang Si Kecil terima pada masa ini akan menjadi pondasi pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuannya kelak ia besar nanti.

Maksimalkan periode emas dengan memberikan asupan nutrisi yang baik dan seimbang, menyesuaikan kebutuhan serta usianya. Kemudian berikan curahan kasih sayang, perhatian, dan stimulasi sesuai dengan tahapan tumbuh kembang Si Kecil.

Apabila kecukupan gizi tidak dipenuhi maka Si Kecil berisiko mengalami stuntingStunting adalah keadaan tinggi badan di bawah standar pada umur tertentu yang akhirnya memperbesar risiko seseorang terkena diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Efek negatif stunting lainnya adalah kemampuan otak yang menurun, misalnya gangguan perhatian, gangguan belajar, menurunnya skor IQ, mudah lupa, berkurangnya kemampuan bersosialisasi, serta berkurangnya kemampuan memecahkan masalah. Ini akan terjadi jika keadaan kurang gizi berlanjut selama bertahun-tahun.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang disebabkan karena gizi buruk:

Kwashiorkor

Ini merupakan salah satu penyakit malnutrisi protein yang paling akut di dunia. Gejala lain penyakit ini yaitu perut buncit, pembesaran hati, penipisan rambut dan tekstur rambut yang kasar, gigi mudah copot, dan dermatitis.

Marasmus

Penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein dan kalori yang sangat parah. Umum terjadi pada anak-anak. Pada kondisi marasmus, berat tubuh lebih rendah 80% dari berat normal yang seharusnya sehingga tubuh seseorang tampak kurus. Pengecilan otot, kulit kering dan bersisik, dan kulit longgar merupakan gejala lain dari marasmus.

Anemia

Penyakit kurang darah yang paling umum disebabkan karena kurang gizi. Meski dapat dipicu oleh banyak faktor, tapi salah satu alasan utama terjadinya anemia adalah defisiensi zat besi dan vitamin B12. Penderitanya bisa mengalami sesak napas, kelelahan, pucat dan gejala lain yang menunjukkan rendahnya jumlah hemoglobin.

Gondok

Disebabkan karena kekurangan yodium dalam makanan. Gejala khasnya adalah pembengkakan kelenjar tiroid. Gejala lainnya adalah lesu, lemah, tingkat metabolisme yang rendah, peningkatan kerentanan terhadap dingin, dan lain-lain.

Defisiensi Vitamin

  • Vitamin A. Dapat mengakibatkan rabun senja, kebutaan permanen serta sangat rentan terhadap infeksi, gangguan nafsu makan, kulit kering dan kasar, kerusakan rambut, kesulitan dalam penyembuhan luka, dan lain-lain.
  • Vitamin B1. Penderitanya akan mengalami badan lesu, menurunnya nafsu makan, dan depresi mental. Penyakit karena defisiensi tiamin yaitu beri-beri. Penyakit ini disebabkan akibat makanan yang kaya akan karbohidrat tetapi rendah tiamin.
  • Vitamin B2. Kekurangan vitamin B2 atau riboflavin biasanya sangat berhubungan dengan penyakit kurang protein dan energi. Gejala defisiensi riboflavin termasuk sakit tenggorokan dengan pembengkakan dan kemerahan dari mulut, cheilosis, stomatitis, glositis, dermatitis, dan lain-lain.
  • Vitamin B12. Ditandai dengan gejala seperti kesemutan pada lidah, anemia, bintik-bintik putih pada kulit, luka pada mulut, sesak napas, sakit kepala yang mirip serangan migrain, dan lain-lain.
  • Vitamin C. Kekurangan vitamin C menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai penyakit kudis. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti gusi berdarah, penyembuhan luka yang sangat lama, bintik-bintik pada kulit, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.
  • Vitamin D. Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena kurangnya asupan kalsium dan paparan sinar matahari. Gejala kekurangan vitamin D menyebabkan pembentukan tulang terganggu, sehingga tulang menjadi sangat lunak seperti pada osteomalacia maupun osteoporosis.

Tentunya Bunda berharap Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Pastikan Bunda memberikan asupan gizi seimbang sesuai kebutuhannya serta curahan kasih sayang, perhatian juga stimulasi sesuai tahapan usia agar proses tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal.

Milestone Lainnya