5 Cara untuk Latih dan Menstimulasi Si Kecil Lancar Bicara

Oleh: Morinaga Platinum

Mendengar Si Kecil berbicara merupakan salah satu fase kritis untuk orangtua. Akan ada perasaan cemas kalau sudah umur lebih dari 1 tahun, tapi Si Kecil belum bisa berbicara seperti teman sebayanya. Tenang Bun, menurut psikolog anak di The Children Hospital di Montefiore, New York City, Rahil Briggs, Psy.D, setiap anak punya waktu yang berbeda-beda kapan ia berbicara. Jadi, Bunda enggak perlu khawatir berlebihan dan membandingkan Si Kecil dengan teman sebayanya.

Kapan orangtua boleh khawatir?

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan dikonsultasikan ke dokter terkait dengan perkembangan bahasanya, jika Si Kecil menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Usia 1 tahun. Si Kecil tidak pernah menunjuk barang apa yang ia inginkan dengan jarinya. Selain itu, wajahnya juga selalu tidak berekspresi.

  2. Usia 1 tahun lebih 4 bulan. Si Kecil sama sekali tidak mengucapkan kata yang tidak berarti.

  3. Usia 2 tahun. Si Kecil sama sekali belum bisa mengucapkan 2 kata yang dapat dipahami orang lain.

  4. Usia 2—3 tahun. Si Kecil belum bisa menggunakan kalimat dengan 2-3 kata. Ia juga belum bisa memahami warna dan menyebutkan benda-benda yang ada disekitar.

Stimulasi agar Si Kecil lancar berbicara

Perkembangan Si Kecil berbicara juga tidak lepas dari peran Ayah dan Bunda. Agar kemampuan berbicara Si Kecil cepat berkembang, Ayah dan Bunda bisa ikut terlibat aktif dalam memberikan stimulasi. Ada 5 cara yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk memberikan stimulasi untuk Si Kecil agar cepat berbicara:

  1. Giatlah mengajak Si Kecil mengobrol
    Meskipun bayi belum bisa ngomong, tapi sebaiknya orangtua harus selalu mengajak berkomunikasi. Kebiasaan inilah akan membentuk Si Kecil lebih komunikatif dan kosakata pun semakin beragam. Topik obrolannya bisa apapun, misalnya saat Si Kecil sedang pegang mainan, Bunda bisa mencoba mengajak dia mengobrol dengan memberi tahu nama mainan tersebut. Bunda juga bisa memberi tahu kepada Si Kecil nama-nama benda yang ada disekelilingnya sambil menunjuk benda tersebut. Dengan demikian, kosakata Si Kecil pun akan semakin bertambah.

  2. Biasakan Si Kecil membaca buku
    Bunda bisa memulai dengan membacakan buku-buku cerita sederhana yang lebih banyak gambar daripada tulisannya. Sembari Si Kecil menyimak gambarnya Bunda bisa mencoba menerjemahkan gambar tersebut dengan kata-kata. Kebiasaan ini akan mengembangkan rasa ingin tahu dan menstimulasi Si Kecil untuk belajar lebih giat lagi dalam berbicara dan membaca.

  3. Ajak Si Kecil menyanyi
    Bunda bisa menyanyikan sebuah lagu saat menggendong, mandi atau saat mau tidur. Jika hal ini dilakukan terus menerus maka Si Kecil akan terbiasa dan lambat laun ia akan menirukan apa yang sering Bunda nyanyikan. Untuk itu, Bunda sebaiknya memilih lagu yang ramah untuk Si Kecil dan edukatif.

  4. Jangan mengkritik
    Memperbaiki boleh, tapi jangan sampai mengkritik ya, Bun. Apapun ocehannya, artikulasinya, atau gaya bicaranya ia sedang berproses untuk belajar bicara dengan baik dan benar. Jika ia menunjuk mangkuk sambil berkata “maam”, Bunda bisa menanggapinya dengan menatap matanya sambil berkata “mau makan”. Di situ Si Kecil akan belajar melihat mulut Bunda dan memperhatikan cara pengucapannya sehingga dapat menstimulasi Si Kecil untuk menirukan apa yang dikatakan Bunda.

  5. Tanggapi dan dengarkan ocehannya
    Salah satu faktor yang membuatnya terlambat bicara, bisa jadi karena ia tidak diberikan kesempatan untuk bicara atau saat ia bicara tidak ditanggapi oleh orang-orang disekitarnya. Dengan kondisi tersebut, Si Kecil pun akan merasa kurang percaya diri dan takut untuk berbicara di depan orang. Untuk menghindari hal tersebut, Bunda sebaiknya selalu meresponi apa yang ia katakan dan dengarkan apa yang ia ceritakan. Respon positif yang Bunda berikan akan memotivasi Si Kecil untuk selalu mengungkapkan apa yang ia rasakan dan mengatakan apa yang ingin ia katakan.

Jika perkembangan bicara Si Kecil tampak lambat dan tidak sesuai dengan tahapan usianya, Bunda bisa segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau pakar tumbuh kembang anak agar bisa dilakukan pemeriksaan dan ditangani dengan tepat. Selain itu, jangan lupa menerapkan 5 cara di atas untuk menstimulasi kemampuan bicara Si Kecil ya, Bun. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Bunda.

Milestone Lainnya