5 Cara Hindari Si Kecil dari Ancaman Stres

Oleh: Morinaga Platinum

Stres umumnya dialami oleh orang dewasa, namun ternyata Si Kecil juga memiliki risiko mengalaminya. Stres pada Si Kecil dapat terjadi pada berbagai kelompok usia bahkan sejak dalam kandungan. Apabila Bunda yang mengandung mengalami stres, janin juga akan merasakannya. Detak jantungnya menjadi tidak teratur sehingga persediaan oksigen dan makanannya berkurang.

Dengan bertambahnya usia, berbagai hal dapat menyebabkan stres pada Si Kecil antara lain:

  • Jadwal aktivitas yang terlalu padat
  • Kurang tidur
  • Masalah keluarga

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Stres pada Si Kecil bisa dihindari, kok, Bunda. Terapkan kiat-kiat berikut sebagai langkah pencegahan:

  • Luangkan waktu bersamanya. Ayah dan Bunda bisa menanyakan mengenai aktivitas dia hari itu. Tanyakan juga pendapatnya mengenai aktivitas yang ia jalani, apakah ia menyukainya atau sebaliknya, merasa terbebani.
  • Diskusikan aturan rumah. Agar suasana rumah nyaman, para anggota keluarga harus berdiskusi dan menyepakati aturan yang akan diterapkan. Hal ini termasuk konsekuensi yang harus dijalani apabila terjadi pelanggaran.
  • Terbuka akan komunikasi yang lebih baik. Ketika Si Kecil melakukan kesalahan, jangan langsung memarahi atau bahkan menghardiknya, biasakan untuk komunikasikan lebih dulu apa yang terjadi dan cari tahu alasan ia berperilaku demikian.
  • Relaksasi. Bantu Si Kecil melakukan berbagai cara relaksasi seperti menarik napas dalam-dalam dan berpikir positif atau menuangkan perasaannya ke dalam buku harian.
  • Berikan keleluasaan yang wajar untuk Si Kecil. Biarkan Si Kecil mendapatkan keleluasan menentukan pilihannya. Misalnya saat harus memilih kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang akan diikutinya. Bebaskan Si Kecil untuk menyalurkan hobinya sehingga ia bisa menikmati waktu santainya.

Apabila tindakan pencegahan sudah dilakukan tetapi stres tak terhindarkan, Ayah dan Bunda harus waspada dalam mengenali tanda-tandanya, antara lain:

  • Si Kecil sering tampak murung dan lesu
  • Ia mudah marah, menangis atau tersinggung
  • Mood mudah berubah
  • Tidak tertarik hal-hal yang umumnya menyenangkan
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Menolak pergi ke sekolah
  • Menolak bergaul bersama teman-temannya
  • Kurang konsentrasi
  • Prestasi di sekolah menurun
  • Sering mengeluhkan banyak hal, seperti sakit kepala, sakit perut, namun fisik sebenarnya sehat.

Jika Si Kecil memerlihatkan gejala stres, Ayah dan Bunda bisa membawanya berkonsultasi pada psikiater anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menyarankan beragam terapi untuk membantunya, seperti konseling, terapi kognitif dan perilaku, terapi keluarga, dan lainnya.

Dengan menjadi pendengar yang baik, Ayah dan Bunda dapat memahami perasaan serta kebutuhan Si Kecil hingga ia bisa mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapinya. Ia pun dalam tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Milestone Lainnya