4 Tips Aman Menurunkan Berat Badan Anak yang Berlebih

Morinaga Platinum ♦ 6 Januari 2020

Siapa yang tidak gemas melihat Si Kecil yang berbadan gemuk dan berpipi tembem? Pasti semuanya jadi berlomba-lomba ingin mencubitnya, bukan? Namun tahukah Bunda jika anak yang berat badannya berlebih bukan jaminan ia bertubuh sehat, lho. Meskipun terlihat lucu dan menggemaskan, kelebihan berat badan pada anak ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes, kolestrol, hingga tekanan darah ketika mereka dewasa nanti.

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 menyebutkan bahwa jumlah anak usia di bawah 5 tahun yang mengalami kelebihan berat badan mencapai angka lebih dari 41 juta anak di seluruh dunia. Bahkan, setengah dari jumlah data tersebut berasal dari negara-negara di Asia, tak terkecuali di Indonesia. Nah, untuk itulah Bunda sebaiknya rajin memantau berat badan ideal Si Kecil. Berikut tabel berat badan anak dari Kementerian Kesehatan Indonesia yang dapat Bunda gunakan sebagai acuan untuk Si Kecil:

Usia Si Kecil

Anak laki-laki

Anak Perempuan

1 tahun

7,7 – 12 kg

7 – 11,5 kg

2 tahun

9,7 – 15,3 kg

9 – 14,8 kg

3 tahun

11,3 – 18,3 kg

10,8 – 18,1 kg

4 tahun

12,7 – 21,2 kg

12,3 – 21,5 kg

5 tahun

14,1 – 24,2 kg

13,7 – 24,9 kg

Jika berat badan anak melebihi dari kisaran normal tersebut, sebaiknya Bunda mengevaluasi kembali pola serta asupan makan Si Kecil. Untuk memudahkan dan membantu Bunda mencapai target berat badan anak yang ideal, coba praktekkan 4 tips aman menurunkan berat badan anak di bawah ini:

  1. Batasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula

Salah satu makanan serta minuman favorit Si Kecil biasanya berupa camilan manis yang tak jarang mengandung tambahan gula buatan. Kadar gula berlebih inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya berat badan Si Kecil. Cobalah untuk membatasi konsumsi camilan manisnya dan menggantinya dengan buah ataupun air putih yang menyehatkan.

  1. Hindari makanan yang tinggi lemak dan kalori

Selain yang manis, Si Kecil juga sebaiknya mengurangi makan makanan siap saji (fast food) yang sangat tinggi akan lemak dan kalori. Makanan yang digoreng juga ada baiknya tidak sering disajkan dulu untuk Si Kecil.

  1. Atur jadwal serta porsi makan Si Kecil

Ketepatan jadwal makan memengaruhi waktu pencernaan makanan dalam tubuh. Karena itu, ketika jadwal makan Si Kecil berantakan, sistem pencernaan dan metabolismenya juga akan ikutan kacau. Ditambah lagi jika porsi makanannya tidak terkontrol akan mengakibatkan tumpukan lemak dalam perut Si Kecil.

  1. Biasakan mengajak Si Kecil melakukan aktivitas fisik

Daripada memberikan Si Kecil gadget atau membiarkannya menonton TV berlama-lama, Ayah dan Bunda dapat mengajak Si Kecil ke taman untuk bermain sepak bola, bersepeda, dan lain sebagainya. Jika tidak sempat, setidaknya lakukan permainan sederhana seperti bermain petak umpet yang secara tidak langsung dapat membakar kalori dan membuat Si Kecil berkeringat.

Sambil mempraktekkan 4 tips di atas, jangan lupa untuk menyajikan makanan sehat dan mempunyai gizi yang seimbang. Di masa pertumbuhannya, Si Kecil setidaknya membutuhkan asupan yang terdiri dari sumber karbohidrat (nasi merah, roti gandum, atau sereal), protein hewani dan nabati (daging, ikan, kacang-kacangan), sayur dan buah, susu serta olahan produk susu, juga sumber serat untuk menghindari konstipasi pada Si Kecil.

Semoga bermanfaat untuk menurunkan berat badan anak menjadi ideal,Bun!

Lihat Artikel Lainnya