3 Tips Panduan Mendidik Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 22 Januari 2020

Menjadi orangtua zaman sekarang mempunyai tantangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Pengaruh teknologi digital yang semakin pesat mempunyai peranan penting utamanya dalam penyediaan informasi mengenai pola asuh dan cara mendidik anak saat ini.  Bukan hanya itu saja, para orangtua juga harus dihadapkan dengan karakteristik Generasi Alfa (anak yang lahir di tahun 2010-2025) yang mayoritas telah akrab dengan sesuatu serba digital dan instan.

Sejalan dengan hal tersebut, sebuah penemuan diungkapkan oleh lembaga peneliti dan ahli komunikasi di Australia, McCrindle, menyebutkan tentang beberapa karakteristik anak-anak di Generasi Alfa, di antaranya: akrab dengan dunia teknologi dan internet atau yang disebut digital native, mendapatkan fasilitas yang serba lengkap, masuk ke dalam kategori generasi paling terdidik, serta mempunyai komunikasi verbal terbatas dan kurang berkembang dengan baik.

Nah untuk menghadapi Generasi Alfa dan juga tantangan di tahun baru mendatang, Morinaga Platinum telah merangkumkan beberapa panduan dalam mendidik anak yang bisa Ayah dan Bunda terapkan:

1. Batasi penggunaan gawai dan perbanyak quality time dengan anak.
Jangan kaget ketika melihat anak-anak Generasi Alfa lebih senang menatap layar handphone daripada berinteraksi dengan orang sekitar. Jika dibiarkan terus seperti itu, Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang pasif dan cenderung antisosial. Bunda pasti tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Karena itu, Ayah dan Bunda harus pintar untuk menerapkan aturan batas pemakaian gawai di rumah. Namun tidak cukup dengan dengan membatasinya saja, ciptakan juga aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan bersama-sama. Dengan begitu, Si Kecil jadi bisa lebih aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik.

2. Terbuka dengan tren pola asuh yang baru
Perbedaan pola asuh saat ini jelas terlihat terutama jika Bunda masih tinggal dengan orangtua. Berbagai mitos tentang cara mendidik anak hingga ke makanan pendamping ASI (MPASI) Si Kecil tidak jarang selalu jadi perdebatan. Di tengah gempuran informasi yang banyak tersebar di internet, Bunda bisa tahu lebih banyak dan lebih paham tidak hanya dari satu perspektif saja, tapi juga dapat mempertimbangkan banyak aspek. Sesi konsultasi dengan dokter spesialis anak pun juga lebih mudah, tidak harus saling menatap muka. Tapi jangan sampai dengan adanya kemudahan informasi ini malah jadi pemicu pertengkaran antara Bunda dan orangtua, ya. Coba jadikan Si Nenek menjadi partner dalam mendidik anak. Jika ada hal-hal yang dirasa bertentangan dengan pola asuh yang Bunda yakini lebih baik, coba ungkapkan dengan bahasa yang halus agar tidak terjadi kesalahpahaman.

3. Meningkatkan daya juang dan jiwa sosial pada Si Kecil sejak dini
Anak-anak Generasi Alfa terbiasa mendapatkan sesuatu hal serba instan dan cepat. Ditambah lagi, mereka dilimpahi dengan berbagai fasilitas lengkap dan teknologi canggih yang menyebabkan anak menjadi malas menggali dan mencari tahu lebih banyak. Tidak hanya itu, mereka cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitar sehingga kemampuan bersosialisasinya pun menurun. Oleh karena itu, cara mendidik dan pola asuh orangtua sangatlah menentukan kepribadian Si Kecil ke depannya. Sedari dini latihlah anak untuk mendapatkan sesuatu hal dengan upayanya sendiri, tanpa bantuan internet dan teknologi.  Serta, jadwalkan setidaknya sekali seminggu untuk playdate bareng dengan teman-temannya.

Saat ini, setidaknya ada 2,5 juta anak Generasi Alfa yang lahir ke dunia setiap minggunya. Ketika di tahun 2025 nanti, diprediksi sekitar 2 miliar anak yang akan memenuhi jagat raya ini. Karena itu, sudah siapkah Bunda untuk mendidik anak dan menyambut tantangan di tahun baru mendatang?

Lihat Artikel Lainnya