3 Cara Mengasuh Anak Bungsu Agar Tidak Manja

Oleh: Morinaga Platinum

7 Desember 2020

Anak adalah individu yang memiliki keunikan sendiri. Tiap anak memiliki karakter fisik juga karakter kepribadian yang berbeda. Namun, ada anggapan tertentu mengenai urutan lahir dan karakter kepribadian Si Kecil. Contohnya anak sulung dianggap memiliki ego tinggi, anak tengah berkarakter pembangkang, dan anak bungsu identik dengan manja. Apa benar demikian?

Terlepas dari urutan lahir, karakter seseorang akan terbentuk dari usia 3 hingga 10 tahun. Karakter ini berkembang dan bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya pola asuh keluarga dan peran lembaga pendidikan. Dengan demikian, tidak setiap anak bungsu akan menjadi manja.

Faktor Pembentuk Karakter Si Kecil

Berikut adalah faktor-faktor pembentukan karakter Si Kecil:

Pola asuh keluarga

Tempat pertama yang membentuk dan memengaruhi kepribadian Si Kecil tentunya keluarga. Apabila pola asuh keluarga permisif, maka Si Kecil akan cenderung manja karena sebagian besar keinginannya dipenuhi. Meski pola asuh ini dianggap sebagai bentuk kasih sayang, padahal nyatanya dapat bersifat destruktif pada karakter Si Kecil.

Tak hanya itu, umumnya Ayah dan Bunda cenderung bersikap lebih santai pada anak bungsu. Menurut Kevin Leman, PhD, penulis The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are, orangtua tidak merasakan kegugupan yang sama dengan saat mendidik anak pertama, akibatnya anak bungsu tidak mengalami atau merasakan ‘pemaksaan’ seperti yang dialami kakaknya.

Peran lembaga pendidikan

Faktor kedua yang berperan cukup penting pada kepribadian Si Kecil adalah lembaga pendidikan tempat ia belajar dan bermain setiap harinya. Ini sebabnya pemilihan sekolah harus dilakukan dengan seksama. Apakah sekolah yang dituju kurikulumnya sudah sesuai dengan pedoman yang diyakin keluarga?

Cara Mengasuh Si Bungsu

Lantas, adakah cara agar Si Bungsu tak jadi manja?

Hindari selalu membantu Si Bungsu

Si Bungsu yang terlalu sering diberi bantuan akan membuatnya cenderung bergantung bahkan manja. Padahal niat Bunda baik, yaitu agar dirinya tidak kesulitan. Meski sulit, tapi cobalah untuk tidak terlalu “terlibat aktif” dalam kegiatan Si Bungsu, misalnya membiarkan ia membereskan mainan setelah selesai bermain. Biarkan ia bertanggungjawab akan hal itu.

Jangan selalu ikuti keinginannya

Menuruti semua keinginan Si Kecil bukanlah cara mewujudkan kasih sayang. Dengan tidak melakukan hal tersebut, Si Kecil belajar mandiri dan bertanggung jawab untuk memenuhi keinginannya dengan usahanya sendiri.

Pola asuh yang sepaham

Pola asuh Ayah dan Bunda haruslah sepaham juga ‘sepaket’. Ayah dan Bunda berdua harus bisa sama-sama tegas sehingga Si Kecil tidak cenderung bermanjaan dengan salah satu pihak.

Nah, melihat penjelasan di atas, jelas bahwa tiap anak memiliki karakter dan kemampuan masing-masing. Tak selamanya anak bungsu itu manja. Bunda bisa membantu membentuk karakternya dengan menerapkan 3 kiat di atas.

Milestone Lainnya