10 Cara Menjadi Orangtua Cerdas Di Era Digital

Oleh: Morinaga Platinum

Era globalisasi semakin mendekati kita semua. Masa di mana siapa saja bisa mengakses informasi dengan mudah, kapan saja, di mana saja. Ini berlaku untuk siapa pun, termasuk Si Kecil. Perlu diketahui bahwa informasi yang sangat banyak ini apabila tidak disaring dengan benar bisa memberikan dampak negatif untuk Si Kecil.  Tentunya, hal tersebut menjadi tantangan sendiri bagi Bunda dalam mendidik Si Kecil.

Survei yang dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika pada 2014 lalu menyebutkan bahwa setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, di mana 80 persen responden menggunakan internet untuk mencari data juga informasi dan 39% untuk mengakses situs video. Kesimpulannya adalah teknologi merupakan bagian dari gaya hidup era masa kini, baik untuk diri kita sendiri maupun Si Kecil.

Untuk Si Kecil, teknologi digital bagaikan koin yang memiliki dua sisi, negatif dan positif. Manfaat teknologi digital antara lain membantu proses belajar, mengasah kreativitas, memudahkan komunikasi, dan lainnya. Sedangkan sisi negatifnya bisa berupa menurunnya prestasi belajar karena penggunaan yang berlebihan, membuat Si Kecil malas beraktivitas fisik yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal karena stimulasi perkembangan tidak seimbang, masalah kesehatan mata, durasi tidur yang kurang hingga cyber bullying.

Ayah dan Bunda yang tentunya merupakan orang yang paling terdekat dengan Si Kecil diharapkan dapat mendampinginya dengan baik.  Ini merupakan tantangan dalam mendidik, membesarkan, serta mempersiapkan masa depan yang berkualitas. Berikut adalah beberapa cara untuk Ayah dan Bunda dalam memersiapkan Si Kecil menghadapi era digital:

  1. Ayah dan Bunda harus memberikan contoh yang positif dalam berperilaku kepada Si Kecil.
  2. Ayah dan Bunda harus bisa mencari tahu hobi, minat, atau aktivitas kesukaan Si Kecil agar dapat melakukannya bersama-samanya.
  3. Ayah dan Bunda harus memberikan respons kepada setiap perilaku Si Kecil. Jika ia berperilaku baik berikan pujian, jika ia berperilaku tidak baik berikan pengertian dan pemahaman bahwa hal tersebut tidak baik.
  4. Ayah dan Bunda dapat membantu Si Kecil untuk bersosialisasi kepada lingkungan di sekitar rumahnya.
  5. Ayah dan Bunda harus bisa membimbing Si Kecil agar ia mampu berpikir kritis dan memiliki prinsip agar tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif lingkungan. Ajak Si Kecil berdiskusi dengan menjabarkan hal positif juga negatif beserta alasannya, beri ia kesempatan untuk beropini dan hargai pendapatnya.
  6. Kembangkan rasa tanggung jawab Si Kecil agar ia mampu memertimbangkan sesuatu dengan matang sebelum memutuskan sesuatu dan mau menerima konskuensi ketika melakukan kesalahan.
  7. Dukung Si Keci untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya dalam kegiatan yang tidak melibatkan gawai (gadget).
  8. Dampingi Si Kecil saat menggunakan gawai (gadget).
  9. Dampingi Si Kecil saat melihat berita atau menonton film.
  10. Beri pengetahuan mengenai agama sejak dini.

Pendidikan era digital lebih menekankan pada pembentukan kepribadian Si Kecil, baik secara inteligensi, emosi, sosial juga segi sprilitualitas. Imbangi penggunaan gawai dengan stimulasi bermain kreatif. Identifikasi kecerdasan majemuk Si Kecil di Morinaga Multiple Intellegence Play Plan dan temukan berbagai ide permainan yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil di rumah. Stimulasi yang diberikan akan sesuai dengan kecerdasan majemuk dominan yang dimiliki oleh Si Kecil. 

Pembentukan pribadi yang siap menghadapi tuntutan era digital adalah tantangan yang tidak mudah. Ini sebabnya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama Ayah-Bunda, sekolah, serta masyarakat. Oleh karena itu, jadilah panutan yang baik untuk Si Kecil.

Milestone Lainnya