Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi, Terbukti Sangat Ampuh!

Morinaga Platinum ♦ 23 Desember 2021

Biang keringat rentan dialami bayi, sebab bayi belum mampu beradaptasi dengan suhu udara panas dan kelembaban tinggi. Munculnya rasa gatal, tidak nyaman, dan ruam pada kulit ini juga dikenal dengan miliaria. Orang dewasa juga mengalaminya, tetapi karena tubuh bayi lebih rentan maka jika mengalami biang keringat perlu diatasi dengan cepat dan tepat. 

Jenis Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat umumnya muncul saat keringat terperangkap di bawah kulit. Miliaria terjadi ketika kulit menjebak keringat. Berdasarkan tingkat keparahannya, biang keringat terbagi menjadi empat jenis, antara lain miliaria rubra, miliaria crystallina, miliaria profunda, dan miliaria pustulosa. Dilansir Medical News Today, berikut penjelasan mengenai gejala setiap jenis ruam pada bayi.

Miliaria Rubra

Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang paling umum. Pada bayi, ruam jenis ini terjadi ketika ada penyumbatan pada kelenjar keringat di dekat permukaan kulit atau epidermis. Ini menyebabkan muncul bintil-bintil berwarna merah, ukurannya kecil-kecil, dan terasa gatal sehingga bayi mungkin terus menggaruknya. 

Miliaria Crystallina

Biang keringat pada bayi jenis miliaria crystallina penyebabnya sama dengan miliaria rubra, yaitu terjadi penyumbatan pada kelenjar epidermis. Jenis biang keringat yang kedua ini, bisa dikenali dengan adanya lepuhan kecil berwarna bening atau putih. 

Miliaria crystallina berbintil mirip dengan butiran kecil keringat yang terperangkap di bawah kulit. Warnanya tidak terlihat merah, kondisi kulitnya juga tidak meradang.

Miliaria Profunda

Miliaria profunda termasuk jenis biang keringat yang parah tetapi jarang terjadi. Ketika keringat mengalir ke dermis maka bisa memicu munculnya rasa panas yang intens. Bayi yang mengalami miliaria profunda akan merasa kelelahan akibat panas. Sekilas biang keringat miliaria profunda terlihat seperti jerawat tetapi warnanya tidak merah.

Miliaria Pustulosa

Biang keringat miliaria pustulosa disebabkan iritasi pustula. Pustula merupakan benjolan kecil di bawah kulit yang berisi cairan maupun nanah. Jika pecah cairan akan keluar dan berdarah. 

Pori-pori kulit bayi masih belum terbentuk dengan sempurna membuat kulitnya lebih sensitif. Saat cuaca panas, pada kulit sensitif bisa muncul biang keringat di leher, perut, dada, dan bokong. Agar tidak semakin parah,  Bunda perlu melakukan cara-cara berikut ini ketika Si Kecil mengalami biang keringat.

Cara Mengatasi Biang Keringat

Biang keringat membuat bayi tidak nyaman dan rewel. Oleh karena itu, Bunda perlu mencari cara ampuh mengatasi biang keringat. Berikut rekomendasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi serta menyembuhkan biang keringat yang dialami Si Kecil. 

 

  • Atur sirkulasi udara dalam ruangan

 

Mengatur sirkulasi udara dalam ruangan bertujuan mengurangi kelembaban di dalam kamar Si Kecil. Ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak baik bisa jadi penyebab biang keringat pada bayi. Bunda bisa membuka jendela setiap pagi saat udara masih bersih. Saat membuka jendela, udara dalam ruangan akan bertukar dengan hawa yang lebih segar. 

 

  • Kurangi menyentuh area biang keringat

 

Cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir, Bunda bisa mengurangi sentuhan kulit ke kulit. Biang keringat paling sering muncul pada pipi, kepala, dan leher. Artinya perlu menjaga kebersihan pada bagian tersebut tanpa menyentuhnya terlalu sering. 

 

  • Memakai pakaian yang nyaman, tipis, dan longgar

 

Pakaian yang sempit memperburuk biang keringat pada bayi sebab bisa dengan mudah menggesek kulitnya hingga menyebabkan luka. Pakaian sempit juga tidak membuat Si Kecil merasa nyaman lho, Bunda. Jadi pilih pakaian yang longgar untuk Si Kecil supaya tidak melukai kulitnya. Selain itu, pilih pakaian berbahan tipis agar tidak membuat Si Kecil mudah berkeringat dan kulitnya lembab. 

 

  • Pastikan tubuh bayi mendapatkan udara sejuk

 

Suhu udara yang panas di dalam ruangan membuat tubuh bayi berkeringat, lembap, dan bisa menyebabkan biang keringat semakin melebar. Mengatur dan memastikan udara di dalam ruangan tetap sejuk membantu mencegah biang keringat bertambah parah.

 

  • Hindari terlalu sering menggendong bayi

 

Terlalu sering menggendong bayi dikhawatirkan membuat biang keringatnya tak segera sembuh. Sebab ketika menggendong Si Kecil, panas tubuh Bunda bisa berpindah ke tubuh Si Kecil di mana suhu panas bisa memicu biang keringatnya semakin memburuk.

Bunda bisa membaringkan Si Kecil di kasur dengan alas yang nyaman dan berbahan menyerap keringat. Jika terpaksa harus menggendong karena rewel, Bunda perlu menggendong dengan lembut dan memakaikan pakaian yang menyerap keringat untuk Si Kecil.

 

  • Gunakan kompres dingin

 

Rasa gatal dan ruam pada kulit bayi karena biang keringat biasanya akan mereda setelah dikompres dengan air  dingin atau air es. Jika melakukan cara ini, pastikan memakai alat kompres yang tidak bocor dan dilapisi kain lembut supaya tidak melukai kulit Si Kecil. Cara ini juga bisa dilakukan untuk meredakan gatal dan kemerahan karena biang keringat pada kepala bayi.

 

  • Mandi air hangat

 

Cara mengatasi biang keringat pada bayi selanjutnya, Si Kecil bisa dimandikan dengan air hangat. Ketika memandikannya, tidak perlu menggunakan sabun. Memandikan bayi yang terkena biang keringat bisa bermanfaat meredakan dan membantu Si Kecil merasa lebih rileks. Dalam memandikan perlu berhati-hati ya, Bunda, supaya area kulit yang ditumbuhi biang keringat tidak terluka. 

 

  • Hindari sabun dan perawatan tubuh yang wangi

 

Setiap bayi memiliki karakter kulit yang berbeda-beda. Tetapi ketika mengalami biang keringat, perlu sementara waktu menghentikan pemakaian sabun dan perawatan tubuh yang mengandung pewangi. Sebab pewangi dalam produk sabun, sampo, losion, maupun perawatan tubuh lainnya bisa memicu reaksi alergi termasuk biang keringat pada bayi.

 

  • Hindari produk kulit mengandung minyak mineral

 

Pelembab yang berbahan minyak mineral atau dikenal dengan petroleum, dianggap bisa mengatasi kulit kering. Tetapi pada bayi yang mengalami biang keringat, hindari mengoleskan produk yang mengandung mineral oil. Sebab dalam kondisi muncul ruam, kulit bayi akan lebih sensitif. Jadi hindari memakaikan produk perawatan kulit dengan kandungan petroleum yang berpotensi memperburuk biang keringat.

Hindari pula memberikan bedak tabur, krim, dan salep untuk meredakan biang keringat bayi yang dibeli bebas di apotik tanpa resep dokter. Alih-alih mengatasi kulit gatal karena biang keringat, mengoleskan salep, krim, maupun bedak tabur justru membuat pori-pori kulit tertutup dan memperburuk biang keringat pada bayi.

 

  •  Beri asupan nutrisi cukup

 

Saat bayi mengalami biang keringat, supaya tidak semakin buruk apalagi ketika terluka bisa memicu infeksi, maka asupan nutrisi cukup dibutuhkan. Nutrisi cukup bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mampu memerangi penyebab infeksi seperti bakteri, kuman, dan jamur. 

Bagi Si Kecil yang mengalami biang keringat dan masih berusia kurang dari 6 bulan, memberikan ASI cukup bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya. Seperti dikutip dari laman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), memberikan cukup ASI pada bayi bisa meningkatkan kekebalan tubuh tidak spesifik. Kekebalan tubuh tidak spesifik bertugas sebagai pertahanan kulit dan pemusnahan kuman atau zat asing penyebab infeksi.

Biang keringat pada bayi yang disebabkan penyumbatan pada kelenjar keringat, bisa diatasi dengan cara-cara di atas. Namun, apabila dialami dalam jangka waktu yang lama dan tidak mereda setelah memberikan pertolongan pertama seperti rekomendasi di atas, Bunda perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter, ya

Jika Si Kecil mengalami kasus ruam panas atau biang keringat, Bunda tidak perlu panik. Biang keringat dan ruam panas sangat umum terjadi pada Si Kecil. Biang keringat tidak menimbulkan bahaya langsung, bahaya jangka panjang bagi, dan tidak akan meninggalkan bekas luka. Namun, jika Bunda memiliki kekhawatiran tentang biang keringat pada Si Kecil, Bunda tidak perlu ragu untuk menghubungi dokter. Dalam kasus yang jarang terjadi, ruam panas bisa jadi kasus serius karena adanya infeksi. Oleh sebab itu, berkonsultasi dengan dokter selalu jadi pilihan terbaik.

Lihat Artikel Lainnya