Tumbuh Kembang

Tips Sukses Mengajarkan Toilet Training Pada Si Kecil

Morinaga Platinum - 17 Desember 2021

Mengajar Si Kecil untuk menggunakan toilet sendiri atau toilet training merupakan suatu hal yang penting. Akan tetapi, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar Si Kecil siap untuk menggunakan toilet sendiri.

Perlu diketahui bahwa toilet training merupakan proses anak belajar untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet sendiri. Pada tahap ini, Si Kecil diajari untuk tidak lagi BAK dan BAB di popok, seperti yang biasa dilakukannya.

Baca juga: Kembangkan Kecerdasan Emosional Anak Dengan Optimal

Tujuan dari toilet training untuk anak bukan hanya mengajarkan Si Kecil memakai toilet sendiri, tapi juga menjadi bagian dari tahap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Tanda Si Kecil Siap Menjalani Toilet Training

Setiap anak memiliki tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, sehingga usia tidak bisa dijadikan sebagai patokan. Namun, umumnya anak siap untuk menggunakan toilet sendiri ketika usianya menginjak 1,5 atau 2 tahun.

Biasanya, anak perempuan memiliki ketertarikan yang lebih untuk mempelajari toilet training, sehingga anak perempuan mungkin akan lebih cepat paham dibandingkan anak laki-laki.

Berdasarkan studi dari Medical College of Wisconsin, anak perempuan sudah tidak mengompol pada siang hari di usia 32,5 bulan dan anak laki-laki tidak mengompol di usia 35 bulan. Sementara itu, anak perempuan menunjukkan ketertarikan pada toilet pada usia 24 bulan dan anak laki-laki berusia 26 bulan.

Nah, untuk mengetahui kapan pastinya Si Kecil siap menggunakan toilet sendiri, cobalah lihat kesiapan fisik dan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika mereka mampu mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB.

Selain itu, kesiapan fisik lain yang bisa menjadi pertanda anak siap untuk menggunakan toilet sendiri adalah:

  • Adanya ekspresi yang menandakan anak sedang menahan BAK atau BAB
  • Popok kering saat bangun tidur atau setelah 2 jam pemakaian
  • Tidak BAB di popok saat malam hari
  • BAB akan terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau di waktu yang berbeda
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Anda tentang pemakaian toilet

Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan emosional butuh waktu yang lama. Berikut adalah tanda-tanda anak sudah siap secara emosional untuk menggunakan toilet sendiri:

  • Menunjukkan tanda ketidaknyamanan ketika popoknya basah atau kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru
  • Lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok
  • Menunjukkan ketertarikannya ketika Anda memakai kamar mandi
  • Memberi tahu Anda saat merasa ingin buang air
  • Menghentikan aktivitasnya atau menjauh dari orang lain ketika sadar bahwa dirinya ingin BAK atau BAB, meski sedang menggunakan popok
  • Bersemangat mengikuti semua proses toilet training

Meski telah menunjukkan kesiapan fisik dan emosional, bukan berarti semua anak siap untuk menggunakan toilet sendiri. Ada sebagian anak yang belum siap melakukannya, terutama jika mereka merespons setiap permintaan orang tua dengan kata “tidak”.

Jika ini dialami, langkah terbaiknya adalah berkonsultasi kepada dokter atau berbagi pengalaman dengan orang tua atau teman yang pernah mengalami keluhan yang serupa.

Sebaiknya Bunda tidak memaksakan Si Kecil untuk menggunakan toilet sendiri ketika ia menolak atau belum siap. Pasalnya, pemaksaan yang Anda lakukan bisa memicu stres yang justru bisa memperlambat kesiapannya melepas popok.

Cara Mengajarkan Anak Toilet Training

Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengajarkan Si Kecil terkait menggunakan toilet sendiri. Terkadang Si Kecil akan rewel dan ngompol di celana. Akan tetapi, Bunda dapat menggunakan beberapa tips berikut untuk mengajarkan toilet training pada Si Kecil:

Perkenalkan tentang Toilet

Pada umumnya, Si Kecil belajar dengan cara meniru. Ia pasti mengamati Bunda atau Ayah pergi ke toilet. Saat itulah Bunda bisa menjelaskan konsep dasar dari penggunaan toilet. Pastikan Bunda menggunakan bahasa yang ilmiah ketika menjelaskan anatomi tubuh. Penggunaan bahasa kiasan atau panggilan yang lucu untuk alat kelamin dapat mengesankan bahwa alat vitalnya memalukan untuk disebut.

Pastikan Bunda Sabar

Kunci utama dalam mengajarkan penggunaan toilet adalah kesabaran, karena proses belajarnya tentu memerlukan waktu. Bunda bisa membuat kegiatan toilet training ini menjadi menyenangkan, misalnya sambil mengajak Si Kecil berinteraksi dan beritahu Si Kecil untuk utarakan apabila ia hendak buang air kecil atau buang air besar.

Beli Perlengkapan yang Tepat

Cobalah memperkenalkan toilet dengan ukuran yang pas untuk Si Kecil, agar ia lebih mudah dan aman dalam menggunakannya. Bila perlu, Bunda juga dapat menaruh kursi kecil untuk pijakannya. Cobalah ajak Si Kecil untuk duduk di toilet dengan celananya. Setelah beberapa minggu, ajak Si Kecil mencoba duduk di toilet tanpa celana.

Memotivasi si Kecil

Berikan motivasi pada Si Kecil dengan membelikannya celana dalam yang disukainya. Biarkan Si Kecil memilih warna, motif dan jenis celana kesukaannya. Sehingga Si Kecil akan lebih bersemangat untuk belajar menggunakan toilet sendiri.

Tetapkan Jadwal Latihan

Membiasakan Si Kecil melepaskan popoknya sangat bergantung pada jadwal hariannya, apakah ia menghabiskan harinya di rumah, di daycare atau sekolah. Bila iya, maka Bunda perlu berkoordinasi tentang toilet training Si Kecil dengan guru ataupun pengasuhnya.

Pilih Metode yang Tepat

Bunda harus memutuskan metode apa yang digunakan untuk melepas popoknya. Apakah mengganti popok sesekali dengan celana dalam atau langsung mengganti popok dengan celana secara penuh waktu. Pilihlah keputusan terbaik yang memberikan kenyamanan bagi Si Kecil dan Bunda.

Tanyakan Apakah Celananya Kering?

Saat Bunda sudah melepaskan popoknya, coba tanyakan Si Kecil apakah celananya kering? Apabila Bunda menemukan celananya basah, jangan menghukumnya karena ia masih dalam proses belajar. Bunda bisa terus mengingatkan Si Kecil untuk minta bantuan ke toilet saat ingin buang air kecil atau buang air besar.

Rayakan Setiap Pencapaian

Cobalah untuk merayakan setiap momen ketika Si Kecil dapat menggunakan toilet dengan benar. Jadikan ini pencapaian yang berarti bagi Bunda dan Si Kecil. Bunda tidak perlu membuat perayaan ini secara besar-besaran, cukup mengapresiasi Si Kecil dengan ucapan dan memasakkan makanan kesukaannya.

Latihan di Malam Hari

Ketika si Kecil telah berhasil tidak mengompol di siang hari, waktunya Bunda mengajaknya berlatih di malam hari. Biasanya ini memerlukan waktu yang lebih lama. Menurut The National Institutes of Health di Amerika Serikat mengompol di malam hari biasa terjadi pada anak usia 2-5 tahun dengan angka kejadian 5 juta anak di seluruh dunia.

Pastikan Hidrasi Si Kecil Terjaga

Hindari mengurangi minum Si Kecil. Biarkan ia tetap mendapatkan asupan mineral atau terhidrasi dengan baik meskipun ia sedang dalam proses menggunakan toilet sendiri. Hal ini untuk mencegah Si Kecil menjadi dehidrasi.

Tinggalkan Popok

Bila Si Kecil berhasil tidak mengompol selama 3 hingga 5 malam, ini waktunya Bunda mengucapkan selamat tinggal pada popok. Pujilah Si Kecil atas pencapaiannya, dan di masa ini Si Kecil sudah berhasil menggunakan toilet sendiri.

Baca juga: Tahapan Perkembangan Motorik Anak dan Cara Menstimulasinya

Demikianlah beberapa tips dalam mengajarkan anak untuk menggunakan toilet sendiri. Dalam proses ini, Bunda perlu terus bersabar karena anak masih dalam tahap belajar. Selain itu, jangan memaksakan kehendak untuk mengajarkan Si Kecil menggunakan toilet sendiri apabila ia terus menolak dan masih belum siap.

Jika Bunda terus memaksa Si Kecil untuk menggunakan toilet sendiri, maka Si Kecil akan menahan untuk buang air kecil ataupun air besar karena takut dimarahi ataupun diomeli. Hal itu tentu saja akan menimbulkan dampak negatif pada Si Kecil seperti, trauma, infeksi saluran kemih, mengganggu hubungan baik Bunda dan Si Kecil, serta lainnya.

Cobalah untuk terus mengedukasinya dan memberinya sebuah penghargaan apabila Si Kecil sudah berhasil menggunakan toilet sendiri. Namun, apabila Si Kecil terus menolak toilet training ketika ia sudah mencapai usia 4 tahun, cobalah untuk konsultasikan hal tersebut ke dokter.

Lihat Artikel Lainnya