Perawatan Anak

Cara Pola Asuh Berbeda Dengan Pasangan? Ini Solusinya.

Morinaga Platinum - 23 Januari 2019

Keluarga adalah sekolah pertama untuk anak. Pola asuh orangtua terhadap anak adalah bentuk interaksi antara anak dan orangtua selama melakukan kegiatan pengasuhan. Tanggung jawab orangtua adalah mendidik, membimbing, dan melindungi anak agar tumbuh kembangnya baik. Tidak bisa dipungkiri perbedaan sifat lelaki dan perempuan sedikit banyak akan memengaruhi sifat kedekatan dengan anak, salah satunya adalah saat mengasuh anak.

Bunda dan pasangan bisa memiliki perbedaan konsep pola asuh anak—yang tidak jarang bisa menimbulkan konflik. Seperti halnya yang terjadi pada area lain kehidupan berumahtangga, perbedaan pandangan suami-istri dalam pola asuh adalah hal wajar. Namun, bukan berarti Bunda dan pasangan bisa berselisih di depan si kecil, ya. Tahan perdebatan Bunda dan pasangan saat berada di dekat anak.

Biasanya apa saja sih yang melatarbelakangi munculnya perbedaan pola asuh antara pasangan? Simak beberapa poin berikut:

  • Persepsi berbeda dalam melihat masalah. Biasanya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dialami masing-masing pihak.
  • Pola asuh keluarga yang berbeda dari masing-masing pasangan. Ini memengaruhi dalam cara mereka melihat masalah, berpikir, dan mengambil keputusan.
  • Keluarga atau teman terlalu ikut campur

Tapi Bunda tidak usah khawatir. Bunda dapat menyiasati perbedaan dalam mengasuh anak dengan melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Bunda dan pasangan duduk bersama dan diskusi soal pola asuh masing-masing. Pahami nilai positifnya.
  • Jika terdapat perbedaan yang sangat besar, segera diskusikan hingga tuntas sehingga masalah tidak berlanjut.
  • Seumpama perbedaan tersebut sering berujung pada konflik, Bunda bisa mencoba konsultasi dengan pakar atau dengan orang yang sudah memiliki pengalaman terkait masalah tersebut.
  • Jika pasangan mengemukakan pendapat terkait dengan sikap anak yang tidak sesuai dengan pemahaman Bunda, jangan menanggapinya langsung di depan anak. Hal tersebut akan membuat anak bingung, siapa yang harus ia dengar?

Bunda dan pasangan bisa memadukan pola asuh yang diharapkan masing-masing. Kuncinya adalah mengatasi perbedaannya terlebih dulu dilanjutkan dengan kata sepakat. Apabila kedua perbedaan tersebut diterapkan dengan baik, maka akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.