Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI

Oleh: Morinaga Platinum

18 Februari 2019

ASI memang merupakan menu wajib bagi bayi, Bun. Namun, saat usianya telah menginjak 6 bulan, Bunda perlu memberinya MPASI alias makanan pendamping ASI. Pasalnya, pada usia ini sistem imun serta sistem pencernaan Si Kecil memiliki risiko alergi yang lebih kecil, dibandingkan usia sebelumnya. Tak hanya itu, Si Kecil biasanya menunjukan beberapa ciri saat siap untuk mendapat MPASI, seperti mampu untuk duduk, mampu menggenggam dan mulai tertarik dengan makanan.

Meskipun begitu, Bunda pun tak boleh sembarang dalam memberinya makanan. Bunda tetap harus menyesuaikan dengan tahapan usianya. Menurut World Health Organization (WHO) sendiri terdapat beberapa panduan dalam memberikan makanan pendamping ASI. Yuk simak beberapa panduannya!

Frekuensi Makan

Memberikan MPASI pada Si Kecil ternyata juga harus disesuaikan pada usianya. Saat usianya 6 bulan, bayi cukup diberikan makan 2 kali sehari. Frekuensi makan pun akan terus bertambah seiring bertambahnya usia. Tak hanya itu, Bunda juga bisa menyelingi makanan ringan di sela-sela makan berat Si Kecil.

Jumlah Takaran

Bayi masih memiliki ukuran lambung yang kecil, Bun. Karena itulah, Bunda harus menyesuaikan porsi makan seiring usianya pula. Pada awal pemberian MPASI, Bunda hanya perlu memberinya 2-3 takaran sendok makan. Selanjutnya, Bunda bisa menambahkan porsinya sesuai kemampuan Si Kecil.

Tekstur Makanan

Meskipun sudah diperbolehkan memberi Si Kecil makanan, Bunda tetap harus memberikannya secara bertahap. Bunda tetap harus memulainya dengan makanan yang bertekstur lembut seperti bubur. Tahapan tekstur makanan pun dapat berubah seiring bertambahnya usia, biasanya pada usia 12 bulan Si Kecil sudah mampu untuk memakan makanan keluarga.

Bahan Makanan

Pada awal pemberian MPASI, sebaiknya Bunda memberikannya satu jenis makanan. Jika usia Si Kecil sudah semakin matang Bunda boleh memberikannya makanan yang lebih bervariasi. Namun, Bunda tetap harus menghindari makanan yang berbahan kompleks, hindari pula penggunaan MSG, garam, dan bahan berbahaya lainnya.

Pemberian Makanan

Selain harus memperhatikan kandungan makanan, proses pemberian makan Si Kecil juga patut Bunda perhatikan. Suapi Si Kecil dengan penuh perhatian dan hindarilah pemaksaan saat Si Kecil tak mau makan. Pasalnya, waktu makan menjadi waktu terbaik untuk menjalin komunikasi dengan Si Kecil.

Kebersihan Makanan

Hal terakhir yang tak kalah penting ialah memastikan kebersihan pada makanan yang diberikan pada Si Kecil. Mulai dari kandungan makanan, wadah makanan, sampai kebersihan pada tangan Si Kecil harus Bunda perhatikan, dengan begitu anak dapat terhindar dari bakteri atau kuman jahat.

Yuk, segera pastikan asupan Si Kecil aman dikonsumsi, dengan begitu tumbuh kembangnya akan berlangsung dengan normal. Si Kecil pun dapat beraktivitas dengan menyenangkan. 

Artikel Lainnya