Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil Usia 4-5 Tahun

Oleh: Morinaga Platinum

Setiap fase perkembangan Si Kecil tentunya membanggakan hati orangtua. Ketika Si Kecil memasuki rentang usia 4-5 tahun, perkembangannya akan terjadi sangat pesat. Apa saja yang bisa Si Kecil lakukan pada rentang usia ini? Jika asupan gizi dan stimulasi yang diterima olehnya cukup, ia akan bisa melakukan hal berikut ini:

  • Berdiri dengan satu kaki selama 6 detik
  • Melompat-lompat menggunakan satu kaki
  • Menari
  • Menggambar tanda silang
  • Mengancingkan baju atau pakaian boneka
  • Menyebut nama lengkapnya tanpa dibantu
  • Senang sekali bertanya
  • Menjawab pertanyaan dengan susunan kalimat yang benar
  • Bisa membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
  • Menyebut angka, menghitung jari
  • Menggosok gigi tanpa dibantu

Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar

Walau Si Kecil sudah mulai besar tetapi stimulasi tetap perlu dilanjutkan. Tentu tingkat kesulitan stimulasi disesuaikan dengan kemampuannya. Si Kecil bisa diajak bermain bola, melompat dengan satu kaki, berjalan di atas papan sempit untuk melatih keseimbangan tubuh, berayun, dan lainnya.

Beberapa permainan sederhana yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil untuk menunjang motorik kasarnya, antara lain:

  • Lompat karung. Ambil karung/kain sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki Si Kecil. Tunjukkan pada Si Kecil cara memakai karung/sarung dan contohkan bagaimana aktivitas ini dilakukan. Targetnya adalah Si Kecil sampai garis akhir.
  • Engklek. Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari Si Kecil cara bermainnya. Bunda juga ikut bersenang-senang, ya.
  • Melompati tali. Saat Si Kecil bermain dengan teman sebayanya, tunjuk 2 anak untuk memegang tali (panjang 1 meter), atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tali bisa dibuat dari jalinan karet gelang agar tidak menyakiti kaki. Tunjukkan kepada Si Kecil cara melompati tali dan mulailah bermain “katak melompat”.

Perkembangan Motorik atau Gerak Halus

Untuk perkembangan motorik halus, Si Kecil bisa diperkenalkan pada permainan puzzle, menggambar, mengelompokkan, memotong, dan menempel gambar. Lakukan aktivitas sederhana di bawah ini agar perkembangan motorik halus Si Kecil terstimulasi maksimal.  

  • Konsep “separuh atau satu”. Kalau Si Kecil sudah bisa menyusun puzzle, ajak ia membuat lingkaran dan segi empat dari kertas/karton, lalu gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada Si Kecil bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.
  • Menggambar. Si Kecil gemar menggambar? Coba Bunda perhatikan, apakah gambarnya masih kurang lengkap? Minta Si Kecil untuk melengkapi gambarnya, misalnya dengan menggambar baju pada gambar orang atau menggambar pohon saat Si Kecil menggambar rumah.
  • Mencocokkan dan menghitung. Bila Si Kecil sudah bisa berhitung dan mengenal angka, Bunda bisa membuat satu set kartu angka satu hingga sepuluh. Letakkan kartu berurutan di atas meja. Minta Si Kecil menghitung benda kecil yang ada di rumah seperti kacang atau batu kerikil sesuai jumlah angka tertera pada kartu. Lalu minta ia letakkan benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.
  • Menggunting. Tak perlu khawatir mengajarkan Si Kecil menggunting. Sekarang sudah banyak tersedia gunting khusus anak-anak di toko buku. Ajarkan Si Kecil cara menggunting keras yang sudah dilipat-lipat dan membuat suatu bentuk seperti rumbai atau orang.
  • Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan. Ajak Si Kecil menyusun tiga buah piring berbeda ukuran atau tiga gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusunnya dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila Si Kecil dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi empat atau lebih.

Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa

Perkaya kosa kata dan kemampuan bahasa Si Kecil dengan melakukan stimulasi berikut:

  • Pancing anak untuk menceritakan apa yang ia lihat dan dengar. Bunda juga bisa melempar pertanyaan yang akan menstimulasinya menjawab dan juga memberikan umpan balik berupa pertanyaan lanjutan.
  • Ajak Si Kecil membaca buku bersama-sama.
  • Batasi durasi nonton televisi dua jam sehari. Sesuaikan tontonan dengan usia dan dampingi Si Kecil ketika ia melakukan aktivitas ini.

Aktivitas seru apa saja yang bisa Bunda lakukan bareng Si Kecil untuk menstimulasi kemampuan bicara dan bahasanya? Simak panduannya di bawah ini:

  • Belajar mengingat-ingat. Masukkan sejumlah benda atau mainan dalam kantung atau tas. Minta Si Kecil memerhatikan Bunda mengambil 3-4 macam benda atau mainan dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta ia menyebut nama benda atau mainan satu per satu.
    Kemudian, minta Si Kecil menutup mata, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan padanya benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.
  • Mengenal huruf dan simbol. Bunda bisa menulis nama benda yang ada di ruangan rumah pada kertas kecil kemudian tempel di setiap bendanya. Misalnya tulisan meja ditempel di meja, tulisan kursi ditempel di kursi, dan lainnya. Minta Si Kecil menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari ia mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.
  • Mengenal angka. Bantu Si Kecil mengenali angka dan mulai berhitung. Ajak ia bermain kartu angka, untuk awal Bunda bisa menggunakan kartu angka satu sampai sepuluh.
  • Buku kegiatan keluarga. Bunda sekeluarga senang beraktivitas? Jangan lupa untuk mengabadikan tiap aktivitas dengan foto. Ini bisa menjadi bagian kegiatan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa. Ajak Si Kecil membuat buku aktivitas keluarga dengan mengumpulkan foto atau gambar anggota keluarga, benda dari berbagai tempat yang dikunjungi, dan lainnya. Memorabilia bisa ditempel di buku khusus.
  • Melengkapi kalimat. Buat kalimat pernyataan mengenai kegiatan yang Bunda lakukan bersama Si Kecil. Tapi jangan satu kalimat penuh. Minta Si Kecil menyelesaikannya. Misalnya saat membahas kunjungan ke kebun binatang. Bunda bisa membuat kalimat, “Kemarin kita habis pergi ke ______ .” Biarkan Si Kecil yang menyelesaikan kalimat tersebut.

Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian

Dari empat aspek perkembangan anak, aspek ini yang sering tidak optimal stimulasinya. Pastikan Bunda melakukan poin berikut, ya, agar perkembangan sosialisasi dan kemandirian Si Kecil optimal:

  • Berikan tugas rutin untuk Si Kecil dalam kegiatan sehari-hari di rumah
  • Biarkan ia bermain dengan teman sebayanya
  • Ajak Si Kecil berbicara tentang apa yang sedang ia rasakan
  • Agendakan aktivitas bersama keluarga sesering mungkin

Beberapa kegiatan yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil untuk menunjang sosialisasi dan kemandirian adalah sebagai berikut:

  • Membentuk kemandirian. Berikan kesempatan Si Kecil bermain ke rumah sanak keluarga tanpa Bunda temani. Lalu minta ia bercerita mengenai pengalamannya itu.
  • Membuat album keluarga. Sedikit berkreasi, yuk, Bunda? Ajak Si Kecil membuat album keluarga dengan cara menempelkan foto masing-masing anggota keluarga. Tulis nama tiap anggota keluarga di bawah fotonya. Jangan lupa dihias, ya.
  • Mengikuti aturan atau petunjuk permainan. Ajak Si Kecil bermain sekaligus belajar mengikuti aturan atau petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada Si Kecil, misalnya “Berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah jinjit”. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta Si Kecil untuk mengatakan, “Bolehkah saya memulainya?”. Setelah ia bisa memainkan permainan ini, Bunda bisa bergantian memberikan perintah.
  • Bermain kreatif dengan teman-temannya. Undang dua atau tiga anak seusia Si Kecil untuk bermain di rumah. Ajarkan mereka permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas atau kaus kaki lantas memainkannya, atau minta anak-anak bergantian menirukan tingkah laku binatang yang mereka ketahui.

Nah, bagaimana, Bunda? Tidak sulit, kan? Jadi, walaupun usia Si Kecil semakin besar, ia tetap membutuhkan stimulasi agar tumbuh kembangnya optimal. Jangan lupa, Bunda harus terlibat keseruan aktivitasnya, ya, supaya momen belajar tetap menyenangkan bagi Si Kecil.

Artikel Lainnya