Kecerdasan Multitalenta

Mengasah Intelegensi Anak Lewat Permainan Kreatif

Morinaga Platinum - 25 Sepember 2016

Bunda tentu senang bukan, bila Si Kecil tumbuh dengan kecerdasan yang optimal? Untuk itu, Bunda perlu mengetahui bahwa kecerdasan Si Kecil bisa diasah di usia emas anak (0-5 tahun) dan bisa didapat dari berbagai hal, yaitu nutrisi yang baik, bimbingan orang tua, juga permainan yang kreatif. Melalui permainan kreatif, hampir semua aspek perkembangan Si Kecil dapat terstimulasi, termasuk perkembangan intelegensi.

Bermain kreatif dianjurkan untuk anak pada tahap pra-operasional, yaitu di usia antara 2-7 tahun. Nah, orang yang tepat untuk mendampingi Si Kecil bermain di usia tersebut tentulah Bunda. Seperti apakah permainan kreatif itu? Berikut ini contoh kegiatan bermain kreatif sesuai klasifikasinya.

  1. Kreasi terhadap objek, yang identik dengan permainan keterampilan. Misalnya, Bunda mengajak Si Kecil untuk melukis dengan jari jemarinya, membuat topeng dari piring kertas, atau membuat baju astronot dari kardus. Biarkan Si Kecil berkreasi sesuka hati. Dengan demikian, Si Kecil diasah untuk berimajinasi membuat bentuk dan mengenal warna.
  2. Permainan cerita bersambung, yang identik dengan permainan sosial. Bunda bisa mengajak beberapa teman Si Kecil dalam bermain. Bunda memulai permainan dengan mengucapkan satu kalimat pembuka cerita. Si Kecil menyambung cerita dengan kalimatnya sendiri. Kemudian, teman Si Kecil membuat kalimat berikutnya. Permainan ini dapat merangsang kreativitas berpikir dan membiasakan Si Kecil bersosialisasi.
  3. Bermain drama kreatif, yang identik dengan permainan sosial dan imajinatif. Bunda dan Si Kecil dapat bermain peran dengan tema sehari-hari, seperti berperan sebagai dokter dan pasien, guru dan murid, atau penjual dan pembeli. Bunda perlu mengemas drama ini semenarik mungkin. Permainan ini bisa mengembangkan kemampuan sosialisasi, bahasa, emosi, dan kemampuan kognitif Si Kecil.
  4. Permainan gerak kreatif, yang identik dengan permainan eksploratif dan energik. Bunda perlu merangsang Si Kecil untuk kreatif dalam berpikir dan menjawab. Misalnya, Bunda membalikkan kursi dan menggerakkannya seperti kuda, lalu meminta Si Kecil menebak hewan yang dimaksud. Selanjutnya, Bunda meminta Si Kecil menemukan fungsi baru yang berbeda dan tidak biasa dari kursi tersebut.
  5. Permainan melalui pertanyaan kreatif, yang identik dengan permainan teka-teki. Bunda dapat membuat puzzle dari kardus yang digambar, lalu digunting dengan pola tertentu. Selanjutnya, biarkan Si Kecil menyusunnya kembali.

Sebagai seorang ibu, Bunda berperan penting dalam memotivasi proses kreatif Si Kecil. Itu sebabnya, tanggapilah dengan baik setiap pertanyaan Si Kecil, memberi kesempatan padanya untuk melakukan kegiatan atas inisiatif sendiri, dan menciptakan suasana bermain yang aman serta nyaman. Bunda tidak perlu kaget dengan gagasan Si Kecil yang unik dan aneh karena hal tersebut sesungguhnya menunjukkan perkembangan intelegensi Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya