Perawatan Anak

Mengapa Kolin dan Zat Besi Penting Untuk Si Kecil?

Morinaga Platinum - 24 Januari 2019

Dua kunci utama agar perkembangan Si Kecil optimal adalah nutrisi yang baik dan stimulasi yang tepat. Sayangnya, masih banyak anak memiliki masalah gizi, bahkan hingga kasus gizi buruk. Masalah gizi ternyata awal dari 35 persen penyakit yang diderita anak di bawah usia 5 tahun.

Pembentukan kemampuan kognitif, motorik, komunikasi serta social anak adalah proses yang terus berlanjut. Sinaps saraf akan semakin lengkap terhubung dengan asupan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Lalu, apa saja nutrisi penting yang dibutuhkan dalam pembentukan saraf?

Pada 1998, kolin dimasukkan ke dalam kelompok nutrient penting oleh Institute of Medicine. Manfaat kolin antara lain untuk pembentukan otak dan memori janin, menurunkan kelainan tabung neural pada janin, serta menurunkan produksi homosistein (radikal bebas yang berbahaya untuk tubuh).

Sebuah penelitian juga menghasilkan kesimpulan bahwa pemberian suplementasi kolin selama masa neonatus (0-28 hari) dapat meningkatkan memori jangka panjang. Bunda bisa menyajikan makanan dengan bahan dasar ati ayam, ati sapi, telur, salmon, susu, daging ayam, dan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan kolin.

Selain kolin, nutrisi lain yang tidak kalah penting adalah zat besi. Tahukah Bunda, kalau zat besi adalah mineral yang cukup sering ditemukan dalam kondisi kekurangan dalam tubuh? Padahal zat besi diperlukan untuk membentuk hemoglobin sebagai komponen sel darah merah di dalam tubuh, mengatur hormon dalam aliran darah, serta berperan dalam sistem imun. Zat besi juga dapat secara langsung berperan untuk menurunkan tingkat perkembangan mikroorganisme jahat. Bunda ingin mendapatkan informasi lebih dalam tentang makanan yang mengandung zat besi? Cek lewat artikel berikut ini, yuk: Makanan Kaya Zat Besi yang Direkomendasikan untuk Anak.

Nah, kalau kebutuhan zat besi tidak tercukupi, tubuh bisa terkena beberapa kelainan seperti anemia mikrositik, kondisi di mana kadar sel darah merah rendah akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh dan kelainan saraf tepi. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, Bunda dapat memberikan Si Kecil daging, bayam, makanan yang difortifikasi (makanan yang ditambahkan zat besi), serta suplemen.