Morinaga Chil*Go! Dukung Daya Tahan Fisik Anak agar #SiapCerdaskanBangsa

Oleh: Morinaga Platinum

23 September 2020

Mendukung tumbuh kembang anak untuk menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berprestasi adalah motivasi Morinaga Chil*Go! untuk terus memenuhi kebutuhan nutrisi anak di Indonesia agar daya tahan fisiknya tetap terjaga. Karenanya, Morinaga Chil*Go! bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, serta Pemda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan penelitian tentang Pengaruh Suplementasi dan Edukasi Nutrisi pada Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah di Kota Kupang NTT selama 6 bulan berturut-turut.

Kegiatan penelitian ini telah berlangsung antara tahun 2018-2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Provinsi NTT dipilih karena merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang masih menghadapi tantangan sumber daya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak. Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 mencatat, proporsi gizi buruk dan gizi kurang pada balita sebesar 29,5% dan proporsi balita sangat pendek dan pendek sebesar 42,6%.

Seperti yang kita ketahui, anak usia prasekolah adalah anak yang berada dalam masa keemasan atau Golden Age. Artinya, Si Kecil sedang dalam tahap penting pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa keemasan ini, Si Kecil wajib mendapatkan asupan nutrisi dan gizi seimbang serta stimulasi yang baik untuk dapat mendukung daya tahan fisik dan tumbuh kembangnya lebih optimal.

Pemenuhan nutrisi dan gizi sejak dini berfungsi untuk memelihara kesehatan tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh sehingga Si Kecil tumbuh menjadi kuat dan tidak mudah sakit, menjadi aktif karena kebutuhan memiliki energi yang cukup untuk menunjang aktivitas hariannya, bahkan untuk berkonsentrasi saat mempelajari hal baru. 

 

 Baca juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil dengan Nutrisi Tepat

 

Sebaliknya, kekurangan gizi pada Si Kecil akan berdampak pada kurangnya zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga dapat menghambat banyak aspek pertumbuhan seperti terjadinya penurunan berat badan, sering nampak kelelahan, konsentrasi terganggu, bahkan berujung pada hal fatal seperti gizi buruk yang membuat Si Kecil tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Kurang gizi dapat mengakibatkan Si Kecil mudah terserang gangguan kesehatan seperti diare, malaria, campak, serta infeksi saluran napas. 

Penelitian dilakukan dengan memberikan suplementasi Morinaga Chil*Go! pada Si Kecil usia prasekolah sebanyak 2 botol/hari, yang disertai stimulasi (penyediaan sarana permainan di sekolah) serta edukasi kesehatan dan nutrisi kepada ibunya selama 6 bulan berturut-turut. Dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan fisik Si Kecil.

Hasilnya, muncul dampak positif terhadap kualitas kesehatan anak, seperti: Si Kecil mempunyai hemoglobin (Hb) yang lebih baik, Si Kecil lebih tidak gampang sakit dan tahan terhadap infeksi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya pengurangan risiko Si Kecil yang mengalami gangguan perkembangan dan gangguan perilaku-emosi. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh daya tahan fisik yang meningkat pada tubuh Si Kecil.

Berikut ini penjelasan lebih ringkas tentang perkembangan yang terjadi pada Si Kecil setelah mengonsumsi 2 botol Morinaga Chil*Go! per hari selama 6 bulan.

 

Tabel Hasil Riset Suplementasi Morinaga Chil*Go! 2 botol/hari Selama 6 Bulan terhadap Anak Prasekolah

 

INDIKATOR

SEBELUM

SETELAH

Hemoglobin

11,5

11,9

Trombosit

401.000

471.000

Laju Endap Darah

63,8

33,07

Risiko Gangguan Perkembangan

34,9%

20,6%

Risiko Gangguan Perilaku-Emosi

56,9%

43,1%



Hasil penelitian ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertajuk #SiapCerdaskanBangsa bersama Morinaga, yang disertai juga dengan kegiatan renovasi 2 TK-KB di Kupang. Serta kegiatan edukasi seminar semua jajaran di Pemda Kupang-NTT, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter dan Dokter Anak Indonesia IDI-IDAI dan dinas terkait termasuk orang tua di provinsi NTT.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan para orang tua memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap kebutuhan nutrisi Si Kecil,  terutama asupan yang berpengaruh terhadap daya tahan fisik, agar tumbuh kembang Si Kecil di masa depan tetap optimal dan siap mempelajari hal-hal baru dengan semangat.

Artikel Lainnya