Apa Bedanya, Anak Cerdas Berperilaku dan Berperilaku Cerdas?

Oleh: Morinaga Platinum

6 Desember 2019

Membentuk sebuah perilaku cerdas bukanlah hal yang mudah. Karena, perilaku cerdas harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang memiliki kepribadian serta perilaku yang cerdas.

Namun, bagaimana cara membentuk Si Kecil supaya mempunyai perilaku cerdas dan cerdas dalam berperilaku?

Kecerdasan seseorang sudah dibentuk sejak berada di dalam kandungan. Oleh karena itu,  wanita yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan yang menyehatkan dan bergizi demi perkembangan Si Kecil yang sedang dikandungnya.

Setelah itu, lingkungan juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan kepribadian Si Kecil, khususnya di masa kritisnya, yaitu pada dua tahun pertama kehidupannya.

Anak yang berperilaku cerdas

Seorang anak yang berperilaku cerdas akan terlihat dari kemampuannya menyelesaikan suatu masalah dengan cepat, benar, dan tepat. Contohnya, jika Bunda memberikan  beberapa mainan dan memintanya mengambil salah satu, maka Si Kecil akan mengambil salah satu mainan sesuai dengan apa yang diinstruksikan Bunda.

Hal tersebut menunjukan bahwa Si Kecil mengerti konsep yang Bunda berikan. Untuk menumbuhkan kemampuan Si Kecil berperilaku cerdas tersebut, sering-seringlah berkomunikasi setiap harinya. Contoh lainnya adalah dengan menanyakan arti lampu hijau dan lampu merah pada lampu lalu lintas.

Jika Si Kecil berperilaku cerdas, ia akan mengartikan lampu hijau tidak hanya sekedar konsep sebuah warna saja, namun memiliki arti lain serta kegunaannya. Hal tersebutlah yang menandakan bahwa Si Kecil berperilaku cerdas.

Anak cerdas berperilaku

Sementara, jika anak cerdas berperilaku maka ia akan berperilaku yang memiliki tujuan. Hal tersebut ditandai dengan kemampuan Si Kecil saat beradaptasi dengan lingkungan  dan pada situasi tersebut.

Contohnya, jika Si Kecil memiliki janji untuk gosok gigi sebelum tidur, maka ia akan melakukannya sebelum Bunda menyuruh untuk melakukan hal tersebut. Dengan begitu, Bunda tidak perlu menyuruhnya untuk sikat gigi lagi.

Jadi, kira-kira Si Kecil termasuk yang mana ya Bunda? Cerdas berperilaku atau berperilaku cerdas? Atau justru keduanya? Nah, apapun karakter atau kemampuan yang dimiliki Si Kecil, ada baiknya Bunda tetap memberi dukungan serta apresiasi. 

Artikel Lainnya