Kecerdasan Multitalenta

Ajarkan Anak Belajar Huruf Sambil Bermain

Morinaga Platinum - 14 Sepember 2016

Mengajari Si Kecil mengenal huruf merupakan sebuah proses yang dapat Bunda mulai sejak dini. Mulailah dengan membacakan cerita sejak Si Kecil hadir di tengah keluarga. Hal ini bukan hanya dapat menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan buah hati, tetapi juga menanamkan kecintaannya pada buku. Menikmati kegiatan membaca adalah salah satu faktor yang dapat memprediksi kesuksesannya di usia sekolah.

Banyak orangtua yang salah paham dalam mengajari anak belajar nama huruf dari usia tertentu. Mereka membeli flash card atau DVD yang mengklaim bisa mengajari anak mengenali huruf, lalu meminta sang anak belajar berkali-kali tanpa henti. Namun, hal ini sebaiknya jangan Bunda lakukan. Biarkan Si Kecil menjadi anak-anak dan belajar dari pengalaman bermain sehari-hari.

Berikut ini beberapa tips yang dapat Bunda lakukan untuk menumbuhkan kesukaan membaca pada Si Kecil, yang tentunya akan meningkatkan kemampuannya membaca.

  1. Bacakan minimal satu buku anak setiap hari pada Si Kecil, bahkan saat ia masih sangat kecil. Saat anak sudah semakin besar, Bunda dapat menambahkan waktu dan kuantitas buku untuk dibaca. Jadikan membaca bersama menjadi kegiatan keluarga untuk setidaknya 20 menit setiap harinya.
  2. Untuk bayi hingga usia satu tahun, Bunda dapat membacakan lagu-lagu pengantar tidur, board book (dengan gambar sungguhan), atau buku dari bahan kain dengan berbagai tekstur.
  3. Ajukan pertanyaan saat membacakan buku kepada buah hati Bunda untuk merangsang anak berinteraksi dengan buku. Ajukan pertanyaan pada bayi, misalnya, “Kamu lihat kelinci ini, Sayang?” sambil menunjuk gambar si kelinci. Anak akan bertambah kosakatanya dan mendorongnya untuk berinteraksi dengan buku saat membaca.
  4. Ketika Si Kecil semakin besar, minta dia menunjuk sendiri benda di buku dan membuat suara-suara binatang yang dilihatnya. Saat anak sudah berusia dua atau tiga tahun, mulailah bertanya sebelum, selama, dan sesudah membaca buku.
  5. Tunjukkan pada buah hati Bunda bahwa membaca adalah sesuatu yang bahkan diperlukan oleh orang dewasa. Tanpa model yang dilihatnya, ketertarikan Si Kecil akan segera berkurang. Jika Bunda kurang suka membaca, setidaknya usahakan agar Si Kecil melihat Bunda membaca setidaknya beberapa menit setiap harinya.
  6. Jika Bunda memiliki seorang putra, share artikel ini dengan sang Ayah. Anak laki-laki perlu melihat Ayah mereka membaca, terutama karena membaca bukanlah sesuatu yang biasa dilakukan oleh anak lelaki yang cenderung aktif.
  7. Buat aktivitas membaca semenyenangkan mungkin, misalnya dengan menirukan bunyi binatang atau menciptakan suara tokoh yang berbeda-beda.

Belajar huruf memang penting, tetapi Bunda perlu ingat, bahwa cara kita mengajarkannya jauh lebih penting. Sebab tujuannya adalah untuk menumbuhkan Si Kecil sebagai pembelajar abadi yang cinta membaca, bukan seorang anak yang hanya dapat mengingat tanpa makna.