Siasati Perbedaan Pola Asuh Anak

Oleh: Morinaga Platinum | 13 September 2018

Perbedaan pola asuh Si Kecil antara Ayah dan Bunda seringkali dapat memicu konflik di rumah. Pola asuh adalah interaksi antara Si Kecil dengan Ayah dan Bunda meliputi pemenuhan kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis serta pengenalan norma yang berlaku di masyarakat agar Si Kecil dapat hidup selaras dengan lingkungan. Dengan kata lain, pola asuh meliputi interaksi Ayah dan Bunda dengan Si Kecil dalam pendidikan karakternya yang dilakukan secara konsisten sehingga Si Kecil bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Pada dasarnya, perbedaan pandangan antara suami dan istri adalah hal yang wajar. Ini juga berlaku pada konsep pola asuh. Namun, perlu dipahami bahwa Ayah dan Bunda tidak bisa berselisih paham di depan Si Kecil. Tunda perdebatan apabila Ayah dan Bunda sedang berada di dekat Si Kecil.

Perbedaan pola asuh antara Ayah dan Bunda tentunya akan berdampak pada Si Kecil. Apa saja dampaknya?

  • Si Kecil akan merasa bingung. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan atau apa sebenarnya perilaku yang diharapkan ia lakukan.
  • Konflik antara Ayah dan Bunda yang berasal dari perbedaan pola asuh akan membuat Si Kecil berada di antara keduanya, kemudian memanipulasi situasi demi kepentingan pribadinya. Jika berlangsung terus menerus, ini akan mendorong terbentuknya sifat tidak jujur, manipulatif, dan hubungan tanpa apresiasi.
  • Apabila perbedaan pola asuh terus menimbulkan konflik, Si Kecil bisa merasa cemas dan depresi karena bingung serta merasa telah membuat Ayah dan Bunda bertengkar.

Apa yang biasanya melandasi munculnya perbedaan pola asuh di antara Ayah dan Bunda? Simak poin berikut ini:

  • Perbedaan sudut pandang dalam melihat masalah. Umumnya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dialami selama ini.
  • Adanya perbedaan pola asuh keluarga dari masing-masing pasangan yang cukup signifikan. Hal tersebut berhubungan dengan cara Ayah dan Bunda melihat masalah, berpikir, dan mengambil keputusan.
  • Ada campur tangan dari lingkungan, misalnya keluarga atau teman dekat.

Walau demikian, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir. Beda itu biasa. Ada beberapa kiat yang bisa diterapkan untuk menyiasati perbedaan pandangan dalam mengasuh Si Kecil, antara lain:

  • Pelajari pola asuh yang ingin diterapkan oleh pasangan. Pahami nilai positifnya. Apabila ada perbedaan yang sangat signifikan, segera berdiskusi dengan pasangan agar bisa dicari jalan tengah yang disepakati oleh kedua pihak.
  • Apabila perbedaan tersebut tidak bisa ditemukan titik tengahnya dan sering berujung pada konflik, Ayah dan Bunda mungkin harus memertimbangkan untuk berkonsultasi pada pakar yang tentunya sudah berpengalaman terkait masalah tersebut.
  • Apabila pasangan mengemukakan pendapat berbeda terkait dengan sikap Si Kecil, hindari menanggapinya langsung di depan Si Kecil. Hal tersebut akan membuat Si Kecil bingung.

Selain sisi negatif, tentunya perbedaan pola asuh antara pasangan juga memiliki sisi positif. Perbedaan pola asuh dapat memperluas wawasan kita. Apabila Ayah dan Bunda bisa bekerja sama menyatukan kedua pola asuh dengan adil dan kooperatif, Si Kecil akan mendapatkan nilai lebih. Ia juga belajar bahwa perbedaan bisa menjadi sesuatu yang produktif.

Artikel Lainnya