Pencernaan Sehat, Awal Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum | 17 September 2018

Tahukah Bunda jika ternyata gangguan pencernaan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh serta kecerdasan Si Kecil? Saluran cerna adalah organ imunitas terbesar dan memiliki beragam fungsi, termasuk di antaranya menyerap nutrisi yang berguna bagi tumbuh kembang Si Kecil agar optimal.

Gangguan pencernaan sendiri adalah salah satu kondisi kesehatan yang paling sering dialami oleh Si Kecil. Kondisi tersebut bisa terjadi karena adanya gangguan anatomis ataupun gangguan fungsi saluran cerna. 

Gangguan anatomi saluran cerna adalah adanya cacat bentuk saluran cerna sejak Si Kecil masih dalam kandungan, contohnya bibir sumbing atau atresia bilier (saluran empedu  tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal). Sedangkan yang dimaksud dengan gangguan fungsi saluran cerna adalah gangguan yang disebabkan oleh infeksi, radang, dan hal lain yang menyebabkan fungsi saluran cerna terganggu.

Mengapa gangguan fungsi saluran cerna lebih sering dialami Si Kecil ketimbang Ayah atau Bunda? Ini dikarenakan saluran cerna Si Kecil masih berkembang sehingga lebih rentan mengalami gangguan. Umumnya gangguan fungsi saluran cerna yang dialami Si Kecil antara lain diare, muntah, sakit perut, dan sembelit.

Ayah dan Bunda pasti sering mendengar kasus diare pada anak-anak. Menurut Riset Dasar Kesehatan 2013 yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI, insiden diare balita Indonesia adalah sebesar 6.7 persen. Pengertian diare sendiri adalah gangguan buang air besar atau BAB, ditandai dengan frekuensi BAB lebih dari 3 kali sehari dan konsistensi cair. Diare biasanya disertai dengan muntah.

Penyebab diare dan muntah pada Si Kecil bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasite atau jamur serta masalah lainnya seperti alergi makanan, gangguan penyerapan, dan peradangan saluran pencernaan.

Selain diare, gangguan fungsi saluran cerna lain yang umum dialami Si Kecil adalah sembelit. Si Kecil bisa dikatakan terkena sembelit jika frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu, perut terasa keras karena kotoran menumpuk, kembung, dan begah. Konsistensi feses keras dan kering, sehingga bisa menimbulkan rasa sakit. Sembelit sendiri paling sering terjadi akibat kurangnya asupan serat, kurang minum, atau kebiasaan menahan BAB.

Apa saja yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil? Simak beberapa poin di bawah ini: 

Oleh karena itu, jagalah kesehatan saluran pencernaan anak dengan baik dengan cara:

Terapkan pola makan sehat dan benar pada Si Kecil.

Asupan serat yang cukup penting bagi kesehatan cerna Si Kecil. Rekomendasi asupan harian serat untuk Si Kecil usia 1-3 tahun adalah 19 gram. Penuhi kebutuhan ini dengan memasukkan beragam sayuran serta buah ke dalam menu Si Kecil.

Perhatikan asupan cairan harian

Pastikan Si Kecil minum banyak cairan terutama air putih. Cara lain untuk memenuhi kebutuhannya adalah dengan memberikan susu atau mengonsumsi buah yang banyak mengandung cairan seperti jeruk dan semangka.

Rutin beraktivitas fisik

Menurut Beth Pinkos MS, RD, LDN, ahli gizi dari Hasbro Children’s Hospital, olahraga membantu pergerakan saluran cerna. Aktivitas fisik akan menstimulasi proses pencernaan makanan dengan lebih baik lagi. 

Konsumsi probiotik

Dengan mengonsumsi probiotik, jumlah bakteri baik dalam saluran cerna Si Kecil akan semakin banyak. Ini akan menekan pertumbuhan bakteri jahat yang bisa memicu gangguan cerna. Ayah dan Bunda bisa memberikan yogurt, susu formula yang difortifikasi dengan probiotik, dan juga makanan fermentasi seperti tempe.

Jadi, jangan sepelekan gangguan pencernaan, ya, karena pencernaan yang sehat adalah awal dari tumbuh kembang Si Kecil yang optimal.

Artikel Lainnya