Jadwal Imunisasi Si Kecil Rekomendasi IDAI 2017

Oleh: Morinaga Platinum | 20 September 2018

Imunisasi adalah salah satu cara mencegah penularan penyakit dengan memberikan vaksin agar kekebalan tubuh seseorang meningkat secara aktif terhadap penyakit tertentu. Metode pemberian vaksin beragam; ada yang diberikan dengan cara disuntikkan, ditetes ke dalam mulut, dan disemprotkan ke dalam mulut atau hidung. Ada jenis vaksin yang hanya diberikan sekali seumur hidup dan ada juga yang perlu diberikan secara berkala.

Pastikan Bunda memiliki jadwal imunisasi Si Kecil agar tidak sampai telat. Peraturan Menteri Kesehatan no. 12 tahun 2017 menjelaskan bahwa imunisasi wajib diberikan sesuai waktu yang telah ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan.

Simak penjelasan jadwal imunisasi anak usia 0–18 tahun rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017:

Imunisasi Hepatitis B. Vaksin hepatitis B pertama direkomendasikan untuk diberikan pada Si Kecil dalam waktu 12 jam setelah lahir. 

Jadwal pemberian vaksin hepatitis B tergantung dari jenis vaksinnya, yaitu: 

  • Vaksin Hepatitis B monovalent (sendiri) selanjutnya di usia 1 bulan dan 6 bulan.
  • Vaksin Hepatitis B dikombinasikan dengan DTPw (DTP whole-cell) diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Vaksin Hepatitis B dikombinasikan dengan DTPa (DTP a-cellular) diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Imunisasi Polio. Vaksin polio diberikan saat Si Kecil dipulangkan dari rumah sakit. Polio kedua diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Imunisasi BCG. Vaksin BCG hanya diberikan sebelum usia 3 bulan. Jika Si Kecil diberikan vaksin BCG lebih dari usia 3 bulan, maka ia perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Imunisasi DTP. Vaksin DTP dapat diberikan saat usia 6 minggu. Terdapat tiga jenis vaksin, yaitu DTP, DTPw, dan DTPa.

Imunisasi Rotavirus. Vaksin rotavirus terdapat dua jenis, yaitu vaksin rotavirus monovalent dan pentavalen. Vaksin rotavirus monovalent diberikan sebanyak dua kali. Usia pertama kali diberikan yaitu 6–14 minggu, sedangkan vaksin kedua diberikan dengan jarak 4 minggu dari vaksin pertama dan batas usia pemberian 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak tiga kali yaitu di usia 6–14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4–10 minggu dari jarak sebelumnya dengan batas usia pemberian 32 minggu.

Imunisasi Campak. Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan dengan vaksin lanjutan di usia 18 bulan dan 6 tahun. Namun, vaksin kedua tidak perlu diberikan bila sudah mendapatkan vaksin MMR.

Imunisasi MMR/MR. Vaksin MMR terdiri dari tiga jenis virus yang dilemahkan, untuk melawan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman/rubella (German measles).

Jika sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Bila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, dapat diberikan vaksin MMR/MR.

Imunisasi PCV (pneumokokus). Vaksin PCV diberikan pada usia 7–12 bulan, dengan jarak 2 bulan dari vaksin sebelumnya selama tiga kali dan vaksin terakhir diberikan satu kali di atas usia 1 tahun. Untuk Si Kecil usia 2 tahun, PCV hanya perlu diberikan satu kali.

Imunisasi Varisela. Vaksin varisela diberikan setelah usia Si Kecil 12 bulan. Bila diberikan lebih dari usia 13 tahun, vaksin varisela dilakukan sebanyak dua kali dengan interval minimal 4 minggu.

Imunisasi HPV (Human Papillomavirus). Vaksin HPV mulai diberikan saat Si Kecil berusia 10 tahun. Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalen yang diberikan dengan jadwal 0, 1, dan 6 bulan. Lalu vaksin HPV tetravalent dengan jadwal 0, 2, dan 6 bulan.

Imunisasi JE (Japanese Encephalitis). Vaksin JE diberikan pada usia 12 bulan pada orang yang akan memasuki wilayah endemis.

Imunisasi Dengue. Vaksin dengue diberikan pada usia 9–16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Yuk, lindungi keluarga dengan vaksinasi secara rutin dan tepat waktu. Dengan demikian, vaksin dapat bekerja optimal di dalam tubuh.

Artikel Lainnya